GEREJA HARUS BERDAMAI DENGAN LGBT

0 Comments
Dalam Alkitab sama sekali tidak pernah disinggung mengenai keberadaan WARIA atau BANCI. Tuhan hanya menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan, sementara waria setengah laki-laki dan setengah perempuan. Apa tanggapan anda? 
Pertama kita hrus menempatkan WARIA dalam DIMENSI KASIH. Artinya, kalau tanpa kasih pasti kita tidak akan pernah menerima mereka, karena mereka berbeda dengan yang lain. Dengan kasih yang ada didalam diri kita, itu merupakan satu kekuatan bagi kita untuk dapat menerima mereka se-ba-gai-mana merek ada. Itu prinsip. Dengan sikap kasih tentu kita tidak akan meng-hukum atau menghakimi mereka. Relitas yang terjadi orng menghukum mereka semua dengan menjauhkan diri atau mengisolasikan mereka dari pergaulan. Padahal kalau kita bertanya kepada mereka, mereka sebenarnya tidak ingin hidup seperti itu. Bagaimana dengan masalah penciptaan? Kalau bertitik tolk dari Kitab Kejadian 1:26-27, Allah menciptakan mnusia segambar dengan-Nya. Segambar bukan dalam pengertian biologis anatomis. Tetapi segambar dengan Allah punya pemahaman filosofis teologis yaitu ketika manusia diciptakan dia dikondisikan dalam eksistensi relasional secara vertikal dengan Allah, tetapi juga dengan sesama (horisontal). Manusia itu akan menjadi sempurna jika ada relasi vertikal dan horisontal ini. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa Tuhan tetap sayang pada manusi, Allah mengasihi dan menyelamatkannya. Kenapa? Karena manusia diciptakan segambar dengan Allah.
Manusia diciptkan tidak hanya laki-laki saja tetapi juga perempuan. Lalu bagaimana dengan merek yang lahir dalam konsisi tidak normal (waria)? Manusia jelas diciptakan Allah, maka jawaban logisnya Allah salah dan tidak adil dong... menciptakan waria. Tapi dengan mengatakan Allah tidak adil akan menjawab persoalan? Kita tidak akan pernah bisa menjawab soal itu. Kita harus bisa terima bahwa merek juga ciptaan Tuhan., karena mereka juga manusia seperti kita. Sebenarnya ini adalah tantangan bagi mereka yang normal menyikapi keberadan mereka. Tinggal bagaimana sikap kita terhadap mereka. Kita harus menerima mereka apa adanya sama seperti yang lain. Kalau kita bilang itu setan yang menciptakan, berarti kita sudah menghukum mereka. Kalau itu terjadi, beban psikologis mereka akan bertambah berat, sementara masyarakat sudah menyudutkannnya. Ada tidak Pendet yang dekat dengan merek? Tidak ada. Solnya malu. Ada tidak Hamba Tuhan yang bergaul dengan mereka? Tidak ada. Kenpa? Alasannya tidak enak, risi dan sebagainya. Terus terang keberadan mereka lewat dari perhatian kita sebagai mereka yang mengaku HAMBA TUHAN, sebagai orang-orang yang penuh kasih.


You may also like

Tidak ada komentar: