Kamu suka menulis? Senang berpikir kritis? Peminatan jurnalistik boleh jadi pilihanmu, nih. Saat ini, jurusan Ilmu Komunikasi menjadi salah satu jurusan yang diminati para calon mahasiswa. Di dalam program studi Ilmu Komunikasi, ada banyak sekali peminatan yang bisa kamu pilih. Salah satunya peminatan jurnalistik. Di Jurnalistik, kamu bisa menggali banyak keterampilan dan kemampuan baru, lho! 

Buat kamu yang berasal dari jurusan sains, jangan bersedih! Peluang kerja jurnalistik tidak hanya terbuka dari jurusan Ilmu Komunikasi atau Ilmu Sosial saja. Kamu tetap punya kesempatan untuk menyelam di dunia jurnalistik. Nah, peluang kerja lulusan jurnalistik pun juga ada banyak. Mungkin kamu hanya mengetahui yang terlihat di depan layar tv saja, namun sebenarnya peluang kerja bidang jurnalistik itu nggakcuma di depan layar tv saja, lho! Mau tahu apa saja? Simak info berikut ini!

  1. Reporter

Seorang reporter adalah garda terdepan jurnalisme. Ia bertugas meliput peristiwa di lapangan, mengumpulkan data dan fakta, serta menulis naskah berita. Jika kamu senang menonton berita, nah, ini adalah hasil kerja keras seorang reporter yang melaporkan berita kepada publik. Hal itu dilakukan agar masyarakat terus mendapatkan informasi faktual tentang kejadian-kejadian penting.

  1. Redaktur 

Seorang redaktur bertugas menyunting dan menyempurnakan naskah berita sesuai dengan penulisan bahasa jurnalistik yang baik dan benar. Selain itu, ia juga menjadi pemeriksa kualitas naskah berita agar disajikan dengan baik kepada publik sesuai dengan kaidah jurnalistik yang berlaku. Ketika berita masuk, seorang redaktur harus melakukan penyuntingan naskah berita sebelum siap disajikan kepada publik.

  1. Redaktur pelaksana

Seorang redaktur pelaksana memiliki tugas untuk membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan, mengkoordinasikan kerja para redaktur/penanggung jawab rubrik, mengkoordinasikanalur perjalanan naskah dari para redaktur ke bagian setting atau layout.  Selain itu, redaktur pelaksana juga bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari.

  1. Pemimpin redaksi

Nah, yang satu ini juganggak kalah kerennya, lho! Pemimpin redaksi memiliki tanggung jawab terhadap isi redaksi penerbitan dan kualitas produk penerbitan. Selain itu, pemimpin redaksi (Pimred) juga memiliki tugas untuk memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat pada setiap edisi. Nggak cuma itu saja, seorang Pimred juga perlu menjalin relasi dengan narasumber penting di pemerintahan, dunia usaha, dan instansi.

5. Pembaca Berita (News anchor) 

Nah, pasti kamu nggakasing dengan yang satu ini. Kamu tahu Putra Nababan? Najwa Shihab? atau Desi Anwar? Mereka adalah seorang pembaca berita (news anchor). Mereka juga berimprovisasi dengan memberikan komentar pada berita yang dibacakannya. Selain itu, seorang News Anchor juga bertugas untuk melakukan live interview dengan nara sumber penting. Oleh karena itu, mereka harus memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai isu yang sedang marak dibicarakan oleh kanal berita. Kritis dan sigap berimprovisasi adalah ciri khasnya. Apakah kamu tertarik?

  1. Penulis konten (Content writer)

Seorang penulis konten (content writer) memiliki tugas untuk memproduksi konten-konten menarik di media. Konten ini bisa berbentuk artikel, blog, unggahan di sosial media, atau apapun yang ditulis secara di dalam kanal media. Selain menulis, seorang penulis konten juga bertanggung jawab untuk memastikan agar situs web, tulisan, dan gambar yang dibuat selaras dan harmonis, sehingga informasi bukan hanya mudah dicerna, tetapi juga menarik minat pembaca. Seorang penulis konten juga harus paham dan mengenali tren-tren terkini supaya dapat menuliskan karya-karya yang relevan dan segar bagi pembacanya.

Nah, itu dia beberapa peluang kerja di bidang jurnalistik. Semoga info di atas bermanfaat, ya! kita apresiasi para jurnalis Indonesia yang sudah bekerja keras menyajikan berita faktual agar kita tetap selalu update dan memiliki informasi yang baik tentang peristiwa-peristiwa terkini. Jurnalisme yang baik, berkontribusi pada pola berpikir kritis kita semua.

 Wahyu pertama Allah, kepada Rasul Besar-Nya Yohanes, “Kalam telah ada dari mulanya . . . Kalam itu adalah Allah . . . Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya [Kalam] . . . Ia [Kalam] ada di dalam dunia, bahkan dunia ini dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes, 1:1, 3, 10 [KSI]).

Cara Al-Badi Menciptakan Dunia

Al-Quran mengiakan Wahyu Allah itu. “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah.’ Lalu jadilah ia” (Qs 2:117).

Allah hanya perlu mengatakan (berkalimat) “Jadilah,” maka semuanya jadi. Dalam Injil, Allah berfirman bahwa dunia dijadikan oleh “Kalam” (Kalimat) Allah.

Bukti Kalimat Allah Itu Al-Badi

Al-Badi berarti “Yang Maha Pencipta.” Isa Al-Masih adalah Kalam (Kalimat) Allah. “Dunia ini dijadikan oleh-Nya.”


 “Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah . . . yang mewarisi” (Qs 15:23).

Imam Ghazali berkata, “Dialah yang mewarisi segala sesuatu sesudah semua penghuninya musnah.”

Mengapa demikian? Karena Dia tetap ada walau semua mahkluk lenyap. Inilah sebabnya Al-Waarits, Yang Maha Pewaris, adalah asma yang cocok untuk Allah!

Penjelasan Injil Soal Al-Waarits

Kitab Suci Injil menambah penjelasan mengenai asma ini. “Ia [Allah] telah bersabda kepada kita dengan perantaraan Sang Anak [Kalimat] yang datang daripada-Nya, yaitu Sang Anak [Isa Al-Masih] yang telah ditentukan untuk menjadi ahli waris dari segala sesuatunya . . ." (Injil, Surat Ibrani 1:2 – KSI). Jadi alam semesta diwariskan kepada Kalimat Allah.

Dan Allah berjanji “Jika kita adalah anak [Allah], maka kita adalah . . . ahli waris Allah. Dengan demikian, kita menjadi ahli waris bersama-sama dengan Al-Masih . . ." (Injil, Surat Roma 8:17).

Menerima Al-Waarits Mewarisi Surga-Nya

 Ada beberapa arti untuk Ar-Rasyid: Yang Maha Pandai, Yang Maha Menuntun, Yang Maha Bijaksana. Terjemahan paling umum: The Guide to the Right Path/ Yang Maha Memimpin kepada Jalan Lurus.

Terjemahan yang Cocok Untuk Ar-Rasyid

Nama ini cocok dengan Qs 1:6, “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Inilah pokok doa utama Al-Fatihah. Untung Allah Maha Menuntun, menuntun kepada “Jalan yang Lurus.”

Al-Quran dan Hadits memberi ratusan perintah dan nasihat. Semuanya dianggap pedoman ke “Jalan yang Lurus.” Namun, walau setia menjalankan semuanya, para Mukmin, pada akhir ajalnya, masih ragu-ragu apakah jalan yang mereka tempuh membawa ke sorga.

Sayangnya, seseorang yang berjuang sepanjang hidupnya mengikuti “Jalan yang Lurus” ini, tetapi tidak dibawa ke sorga.

Siapakah Jalan Lurus Itu?

Isa Al-Masih bersabda, “Akulah Jalan.” Ia menekankan, “Sesungguhnya barangsiapa percaya [pada Isa Al-Masih], ia mempunyai hidup yang kekal” (Injil, Rasul Yohanes Besar 6:47)

 Kata Al-Fatihah dari suku kata yang sama dengan Al-Fattah. Artinya Al-Fattah: Pembuka, Pemberi Kemenangan. Imam Ghazali, dalam bukunya berjudul "Al-Maqsad Al-Asna Sharah Asma' Allahu al-Husna" mengartikan nama ini, “Dzat yang membuka segala sesuatu.”

Makna Al-Fattah

Pakar Islam lain menamakan Dia, “Yang Maha Pembuka,” yang membuka tabir kegelapan. Ia dapat membuka segala sesuatu yang tertutup, baik material juga spiritual. “Di tangan-Nyalah kunci-kunci alam gaib berada, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia” (Rahasia 99 Nama Allah yang Indah, Al-Ustadz Mahmud Samiy).

Isa Al-Masih Al-Fattah?

Isa Al-Masih mengakui kuasa-Nya, “Aku adalah Yang Awal dan Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Kitab Wahyu, 1:17-18).

Tidak mungkin seorang nabi biasa memegang segala kunci maut. Isa Al-Masih, Kalimat Allah, memberi Diri-Nya sendiri nama Al-Fattah, “Yang Maha Pembuka”!

 Kim Ung-Yong dari Korea memiliki IQ tertinggi di dunia, 210. Dia mulai berbicara di usia enam bulan. Sebelum usia tiga tahun ia dapat membaca bahasa Jepang, Korea, Jerman dan Inggris.

Allah Mengetahui Hati

Meski IQ-nya tertinggi, Kim Ung-yong tidaklah maha tahu, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Seperti kata Al-Quran “Dia mengetahui . . . apa yang disembunyikan oleh hati” (Qs 40:19).

Manusia dengan IQ tertinggi tidak dapat mengetahui isi hati seseorang. Hanya Allah saja yang tahu.

Isa Al-Masih Mengetahui Pikiran Manusia

Satu hari ahli-ahli agama mengamat-amati Isa Al-Masih, apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Kitab Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih “. . . mengetahui pikiran mereka . . .” (Injil, Rasul Lukas 6:8).

Injil Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih mengetahui isi pikiran dan hati manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:11, Injil, Rasul Besar Matius 22:18).

Isa Al-Masih, sehakekat/sedzat dengan Allah, Maha Mengetahui, maka Dia pantas disebut Al-‘Alim

 Tiada ayat Al-Quran yang menamakan As-Shabuur, Yang Maha Sabar, kepada Allah. Namun masalah “sabar” disinggung kurang-lebih 70 kali di dalamnya. Sebetulnya makna nama As-Shabuur banyak diperselisihkan pakar Islam.

Penjelasan Pakar Islam Soal As-Shabuur

Imam Ghazali mengartikan As-Shabbur, “Dia [Allah] tidak didorong oleh ketergesaan sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya . . .” (M. Quraish Shihab, Asma al-Husna Dalam Perspektif Al-Qur’an, Buku Keempat, hal. 186-188).

Akidah Kristen dan Islam mengajarkan bahwa Allah akhirnya akan menghakimi dunia. Injil Allah mengatakan, “. . . Ia [Tuhan] sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (Injil, Surat II Petrus 3:9).

Bukti Kesabaran Allah

Seperti dikatakan Imam Ghazali, Tuhan tidak, “bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya,” misalnya penghukuman dunia. Allah tidak ingin Saudara binasa, sebaliknya selamat ke surga.

Tahukah Saudara bahwa penyaliban Isa Al-Masih adalah bukti kasih dan kesabaran Allah atas manusia berdosa? Ingin tahu alasannya emaillah kami.

Karena itu “Ia sabar terhadap kamu . . .” Indahkanlah kesabaran-Nya! Terimalah keselamatan yang ditawarkan-Nya kepada Saudara sekarang ini!