Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

 Wahyu pertama Allah, kepada Rasul Besar-Nya Yohanes, “Kalam telah ada dari mulanya . . . Kalam itu adalah Allah . . . Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya [Kalam] . . . Ia [Kalam] ada di dalam dunia, bahkan dunia ini dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes, 1:1, 3, 10 [KSI]).

Cara Al-Badi Menciptakan Dunia

Al-Quran mengiakan Wahyu Allah itu. “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah.’ Lalu jadilah ia” (Qs 2:117).

Allah hanya perlu mengatakan (berkalimat) “Jadilah,” maka semuanya jadi. Dalam Injil, Allah berfirman bahwa dunia dijadikan oleh “Kalam” (Kalimat) Allah.

Bukti Kalimat Allah Itu Al-Badi

Al-Badi berarti “Yang Maha Pencipta.” Isa Al-Masih adalah Kalam (Kalimat) Allah. “Dunia ini dijadikan oleh-Nya.”


 “Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah . . . yang mewarisi” (Qs 15:23).

Imam Ghazali berkata, “Dialah yang mewarisi segala sesuatu sesudah semua penghuninya musnah.”

Mengapa demikian? Karena Dia tetap ada walau semua mahkluk lenyap. Inilah sebabnya Al-Waarits, Yang Maha Pewaris, adalah asma yang cocok untuk Allah!

Penjelasan Injil Soal Al-Waarits

Kitab Suci Injil menambah penjelasan mengenai asma ini. “Ia [Allah] telah bersabda kepada kita dengan perantaraan Sang Anak [Kalimat] yang datang daripada-Nya, yaitu Sang Anak [Isa Al-Masih] yang telah ditentukan untuk menjadi ahli waris dari segala sesuatunya . . ." (Injil, Surat Ibrani 1:2 – KSI). Jadi alam semesta diwariskan kepada Kalimat Allah.

Dan Allah berjanji “Jika kita adalah anak [Allah], maka kita adalah . . . ahli waris Allah. Dengan demikian, kita menjadi ahli waris bersama-sama dengan Al-Masih . . ." (Injil, Surat Roma 8:17).

Menerima Al-Waarits Mewarisi Surga-Nya

 Ada beberapa arti untuk Ar-Rasyid: Yang Maha Pandai, Yang Maha Menuntun, Yang Maha Bijaksana. Terjemahan paling umum: The Guide to the Right Path/ Yang Maha Memimpin kepada Jalan Lurus.

Terjemahan yang Cocok Untuk Ar-Rasyid

Nama ini cocok dengan Qs 1:6, “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Inilah pokok doa utama Al-Fatihah. Untung Allah Maha Menuntun, menuntun kepada “Jalan yang Lurus.”

Al-Quran dan Hadits memberi ratusan perintah dan nasihat. Semuanya dianggap pedoman ke “Jalan yang Lurus.” Namun, walau setia menjalankan semuanya, para Mukmin, pada akhir ajalnya, masih ragu-ragu apakah jalan yang mereka tempuh membawa ke sorga.

Sayangnya, seseorang yang berjuang sepanjang hidupnya mengikuti “Jalan yang Lurus” ini, tetapi tidak dibawa ke sorga.

Siapakah Jalan Lurus Itu?

Isa Al-Masih bersabda, “Akulah Jalan.” Ia menekankan, “Sesungguhnya barangsiapa percaya [pada Isa Al-Masih], ia mempunyai hidup yang kekal” (Injil, Rasul Yohanes Besar 6:47)

 Kata Al-Fatihah dari suku kata yang sama dengan Al-Fattah. Artinya Al-Fattah: Pembuka, Pemberi Kemenangan. Imam Ghazali, dalam bukunya berjudul "Al-Maqsad Al-Asna Sharah Asma' Allahu al-Husna" mengartikan nama ini, “Dzat yang membuka segala sesuatu.”

Makna Al-Fattah

Pakar Islam lain menamakan Dia, “Yang Maha Pembuka,” yang membuka tabir kegelapan. Ia dapat membuka segala sesuatu yang tertutup, baik material juga spiritual. “Di tangan-Nyalah kunci-kunci alam gaib berada, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia” (Rahasia 99 Nama Allah yang Indah, Al-Ustadz Mahmud Samiy).

Isa Al-Masih Al-Fattah?

Isa Al-Masih mengakui kuasa-Nya, “Aku adalah Yang Awal dan Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Kitab Wahyu, 1:17-18).

Tidak mungkin seorang nabi biasa memegang segala kunci maut. Isa Al-Masih, Kalimat Allah, memberi Diri-Nya sendiri nama Al-Fattah, “Yang Maha Pembuka”!

 Kim Ung-Yong dari Korea memiliki IQ tertinggi di dunia, 210. Dia mulai berbicara di usia enam bulan. Sebelum usia tiga tahun ia dapat membaca bahasa Jepang, Korea, Jerman dan Inggris.

Allah Mengetahui Hati

Meski IQ-nya tertinggi, Kim Ung-yong tidaklah maha tahu, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Seperti kata Al-Quran “Dia mengetahui . . . apa yang disembunyikan oleh hati” (Qs 40:19).

Manusia dengan IQ tertinggi tidak dapat mengetahui isi hati seseorang. Hanya Allah saja yang tahu.

Isa Al-Masih Mengetahui Pikiran Manusia

Satu hari ahli-ahli agama mengamat-amati Isa Al-Masih, apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Kitab Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih “. . . mengetahui pikiran mereka . . .” (Injil, Rasul Lukas 6:8).

Injil Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih mengetahui isi pikiran dan hati manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:11, Injil, Rasul Besar Matius 22:18).

Isa Al-Masih, sehakekat/sedzat dengan Allah, Maha Mengetahui, maka Dia pantas disebut Al-‘Alim! 

 Tiada ayat Al-Quran yang menamakan As-Shabuur, Yang Maha Sabar, kepada Allah. Namun masalah “sabar” disinggung kurang-lebih 70 kali di dalamnya. Sebetulnya makna nama As-Shabuur banyak diperselisihkan pakar Islam.

Penjelasan Pakar Islam Soal As-Shabuur

Imam Ghazali mengartikan As-Shabbur, “Dia [Allah] tidak didorong oleh ketergesaan sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya . . .” (M. Quraish Shihab, Asma al-Husna Dalam Perspektif Al-Qur’an, Buku Keempat, hal. 186-188).

Akidah Kristen dan Islam mengajarkan bahwa Allah akhirnya akan menghakimi dunia. Injil Allah mengatakan, “. . . Ia [Tuhan] sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (Injil, Surat II Petrus 3:9).

Bukti Kesabaran Allah

Seperti dikatakan Imam Ghazali, Tuhan tidak, “bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya,” misalnya penghukuman dunia. Allah tidak ingin Saudara binasa, sebaliknya selamat ke surga.

Tahukah Saudara bahwa penyaliban Isa Al-Masih adalah bukti kasih dan kesabaran Allah atas manusia berdosa? Ingin tahu alasannya emaillah kami.

Karena itu “Ia sabar terhadap kamu . . .” Indahkanlah kesabaran-Nya! Terimalah keselamatan yang ditawarkan-Nya kepada Saudara sekarang ini!

 Ajaran Islam dan Kristen menekankan bahwa Allah tidak kelihatan. Lalu, bagaimana umat-Nya dapat mengenal Dia? Meski ingin tahu karakter dan pribadi Allah, kita terhalang, karena Dia tidak kelihatan.

Pertolongan Mengenal Allah

Al-Quran menulis, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya . . .” (Qs 7:180).

Untuk menolong umat beragama dalam menyembah Dia, mereka berfokus pada nama-nama Allah. Maka umat Islam menjunjungi tinggi 99 nama Allah (Asma’ul Husna).

Nama-nama Allah di Kitab Allah

Kitab Allah (Taurat, Zabur, Nabi dan Injil) memuat ratusan nama Allah. Antara lain, YHWH-shalom /TUHAN adalah damai, (Kitab Hakim-hakim 6:24), YHWH-raah /TUHAN adalah gembalaku, ( Kitab Zabur/Mazmur 23:1), dan YHWH-tsidkenu, TUHAN adalah kebenaranku, (Kitab nabi Yeremia 23:6).

 Nama Ar-Rahman termuat dalam ayat pertama Al-Fatihah, “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah [r-raḥmāni] lagi Maha Penyayang” (Bismillāhi r-raḥmāni r-raḥīm).

Ar-Rahman dan Kemurahan Isa Al-Masih

Al-Quran bahasa Indonesia menterjemahkan kata Ar-Rahman dengan kata “Pemurah.” Terjemahan-terjemahan dalam bahasa Inggris menggunakan kata merciful, beneficent, gracious. Kami merasa kata “pemurah” tepat.

Kitab Suci Allah menuliskan, ketika dalam perjalanan, Isa Al-Masih bertemu dengan ada dua orang buta. Lalu mereka berteriak “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” (Injil, Rasul Besar Matius 20:30).

Mereka ingin Isa menyembuhkan mereka. Karena bersikap murah hati, Isa pun menyembuhkan mereka.

Hidup Baru bagi Anda

Isa Al-Masih itu murah hati dan penuh rahmat. Dia berkuasa memberikan hidup baru kepada setiap orang yang rindu diperbaharui.

Renungkanlah janji indah ini: ”Terpujilah . . . Yesus Kristus [Isa Al-Masih], yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali . . . kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (Injil, Surat Petrus 1:3).

 Al-Quran memakai nama Ar-Rahim sekitar 114 kali. Terjemahan Al-Quran bahasa Indonesia menggunakan istilah “penyayang” untuk Ar-Rahim. Sehingga kita dapat berkata, “Tuhan yang Maha Penyayang!”

Jelas nama ini sangat sesuai untuk Allah, karena Ia sangat menyayangi ciptaan-Nya.

Apakah Isa Al-Masih Menunjukkan Sayang-Nya pada Manusia?

Salah satu penyakit yang paling mengerikan ialah kusta.

Satu hari, seseorang berlutut di depan Isa Al-Masih serta memohon bantuan-Nya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Hati Isa yang penuh kasih sayang tergerak menyembuhkannya. Ia menjamahnya serta berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Maka kustanya langsung hilang (Injil, Rasul Markus 1:40-42).

Qs 3:49 mendukung tindakan kasih sayang ini.

Kasih Isa yang Terutama

Kitab Allah memuat banyak cerita dimana Isa Al-Masih menunjukkan kasih sayang-Nya pada manusia. Maka tidak salah bila Ia diberi nama Ar-Rahim. Tindakan kasih-Nya yang utama ialah kerelaan-Nya mati disalib agar ada keselamatan kekal bagi kita

 Al-Quran memuat, “Dia-lah Allah . . . Yang Maha Sejahtera . . .” (Qs 59:23). Ayat ini menjadi dasar umat Islam untuk nama Allah As-Salam.

Pertanyaan Soal As-Salam

Perlu ditanyakan, bila Allah meninggalkan umat-Nya ragu-ragu mengenai kepastian masuk sorga, apakah itu tindakan Allah As-Salam, “Yang Maha Sejahtera”?

Nabi Yesaya dalam Kitab Allah memberi gelar “Raja Damai” bagi Isa Al-Masih (Kitab Nabi Yesaya 9:6). Isa Al-Masih berjanji pada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu . . . Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:27).

Relasi As-Salam dan Raja Damai

Sabda Sang Juruselamat, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka [pengikut-Nya] dan . . . pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Kristen, Mukmin, itulah bukti bahwa Isa Al-Masih adalah “Raja Damai.” Pengikut-Nya pasti merasa damai sejahtera karena pasti masuk sorga saat meninggalkan dunia ini!

 “Allah adalah Dzat yang memelihara segala makhluk-Nya dan memenuhi kebutuhan mereka . . . dengan memberinya makan, minum, pakaian . . . kesehatan dan kehidupan” (“Kedahsyatan 99 Asmaul Husna,” M. Lathifah Muzammirah, hal. 30).

Tindakan Al-Muhaymin

Nama Al-Muhaymin terdapat dalam Qs 59:23, “Dia-lah Allah . . . Yang Maha Memelihara (Al-Muhaymin) . . .”

Nama Al-Muhaymin mengingatkan kami pada peristiwa ajaib dalam Kitab Allah. Ribuan orang mengikuti Isa Al-Masih untuk mendengarkan ajaran-Nya.

Saat itu “. . . orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat . . . Lalu Isa berkata pada murid-murid-Nya, ‘Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan’” (Injil, Rasul Besar Matius 15:31-32).

Nisbah Al-Muhaymin dan Isa Al-Masih

Isa Al-Masih berkuasa memberi makan 4,000 orang. Bukankah ini salah satu alasan kuat untuk memberi nama Al-Muhaymin bagi Isa Al-Masih?

 Siapakah ingin menyembah Allah yang tidak Maha Perkasa? Karena itu asma Al-‘Aziz cocok untuk nama Allah yang kita sembah.

Qs 48:7 menuliskan “. . . Allah Maha Perkasa . . .” Juga nama ini diberikan pada Allah ketika menerangkan kuasa Pencipta (Qs 3:6).

Al-Quran : Isa itu Al ‘Aziz

Mungkin Saudara bertanya, “Apakah Isa Al-Masih, Kalimat Allah juga Al-‘Aziz?” Benar, Al-Quran menekankan Isa Al-Masih berkuasa mencipta burung hidup dari tanah liat (Qs. 7:127). Meskipun umat Kristen tidak mengakui mujizat ini karena tidak terdapat dalam Wahyu Allah.

Bukti Isa itu Al-‘Aziz

Wahyu Allah menyaksikan bahwa “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:3). Juga, Nabi Besar Yesaya, 500 tahun sebelum kelahiran-Nya, menamakan-Nya, “Allah yang Perkasa” (Kitab Nabi Yesaya 9:6).

 Al-Quran bahasa Indonesia menterjemahkan Al-Jabbar dengan Ia “Yang Maha Kuasa” (Qs. 59:23).

Dalam bahasa Inggris terjemahan “The Compeller” (Pemaksa) juga “The Irrestiable” (Yang Tak Dapat Ditahan). Namun M.L. Muzammirah menterjemahkannya dengan “Yang Maha Memaksa.” Katanya, “Allah adalah Dzat yang mampu memaksakan kehendak-Nya . . .” (“Kedahsyatan Asmaul Husna,” hal. 33).

Isa Al-Masih itu Al-Jabbar?

Nama “Yang Maha Memaksa” sesuai juga ketika kita merenungkan penyaliban Isa Al-Masih. Mengenai penyaliban-Nya, Ia berfirman, “Tidak seorangpun mengambilnya [nyawa-Nya] dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali” (Injil Rasul Besar Yohanes, 10:18).

Artinya, seseorang tidak dapat menyalibkan-Nya tanpa persetujuan-Nya. Dan tidak seorangpun dapat mengagalkan penyaliban-Nya tanpa persetujuan Dia. Mengenai penyaliban-Nya memang Ia “Yang Maha Memaksa.”

 Qs 5:110 menuliskan Isa Al-Masih menciptakan burung dari tanah. Itu menegaskan bahwa Isa berkuasa menciptakan sesuatu. Namun kisah ini tidak termuat dalam Injil Allah, tapi dari injil palsu Thomas (175 M).

Kalimat Allah itu Pencipta

Al-Quran menuliskan, “. . . tidak ada Tuhan . . . selain Dia [Allah]; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia . . .” (Qs 6:102).

Apa kata Kitab Allah mengenai penciptaan bumi? “Pada mulanya adalah Firman [Kalimat Allah/Isa Al-Masih] . . . Segala sesuatu dijadikan oleh Dia . . . dunia dijadikan oleh-Nya . . . segala diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1-3, 10; Injil, Surat Kolose 1:16).

Isa Al-Masih adalah Sang Pencipta alam semesta. Ia bisa dipanggil Al-Khaliq!

Penciptaan Hati Baru Bagi Anda

Yang indah, Ia sedia dan mampu menciptakan hati baru bagi saudara. “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru . . .” (Injil, II Korintus 5:17). Dengan bertobat dan percaya Saudara akan menjadi ciptaan-Nya yang baru! 

 “Al-Khaliq, al-Bari’, al-Musawwir adalah tiga sifat Allah yang diduga oleh sementara orang bermakna sama. Memang ketiganya memiliki kesamaan, tetapi tidak sepenuhnya sama. Ketiganya berkaitan dengan ciptaan, tetapi masing-masing mengandung makna tersendiri dan berbeda dengan yang lain” (Asma’ al-Husna Dalam Perspektif Al-Quran, M.Q. Shihab, hal. 117).

Arti Al-Bari’

Salah satu arti al-Bari’ ialah “Maha Pengembang.” Yaitu “mengembangkan,” sesuatu yang kecil menjadi besar, dapat mengilustrasikan sebutan Al-Bari untuk Allah.

Al-Bari’ dan Karya Isa Al-Masih

Satu-satunya mujizat Isa Al-Masih yang diwahyukan Roh Allah untuk dicatat empat kali dalam Injil ialah memberi makan orang banyak. Isa Al-Masih berkuasa mengembangkan dua ikan dan lima roti sehingga mencukupi bagi 5.000 orang (Injil, Rasul Markus 6:31-44).

Qs 59:24 memuat nama al-Bari’, artinya “Yang Mengadakan.” Jelas Isa berkuasa mengadakan bukan? Dengan kuasa ilahi-Nya, Isa mengembangkan ikan dan roti sehingga mengenyangkan 5.000 orang. Karena itu Ia pantas disebut Isa al-Bari’

 Kami mengulangi kutipan dulu, “Al-Khaliq, al-Bari’, al-Musawwir adalah tiga sifat Allah yang diduga oleh sementara orang bermakna sama . . . Ketiganya berkaitan dengan ciptaan . . .” (Asma’ al-Husna Dalam Perspektif Al-Quran, M.Q. Shihab, hal. 117).

Al-Musawwir di Al-Quran dan Wahyu Allah

Qs 59:24 menuliskan nama al-Musawwir “Yang Membentuk Rupa.” “Allah adalah Dzat yang memberikan rupa dan bentuk kepada semua . . .” (Kedahsyatan 99 Asmaul Husna, hal. 44).

Kitab Allah menekankan, “. . . Dialah Allah--yang membentuk bumi . . . pekerjaan tangan-Nya . . . buatan jari-Mu . . .” (Kitab Nabi Yesaya 45:18, Kitab Zabur/Mazmur 19:2, 8:4).

Al-Musawwir dan Isa Al-Masih

Kitab Allah mengatakan bahwa Kalimat Allah membentuk angkasa, “. . . langit adalah buatan tangan-Mu” (Injil, Ibrani 1:10). Ini tidak mengherankan para Mukmin.

Qs 5:110 menyaksikan Isa Al-Masih berkuasa membentuk dan menghidupkan burung dari tanah. (Namun mujizat ini tidak terdapat dalam Injil asli, melainkan dari injil palsu Thomas.)

Isa Al-Masih juga dapat membentuk hidup Saudara menjadi baru. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru . . .” (Injil, Surat II Korintus 5:17).

 

Semua manusia membutuhkan pengampunan Allah, bukan? Sebab walau berusaha agar tidak berdosa, kita masih berbuat dosa.

Semua percaya tidak seorangpun luput dari dosa. Kita juga percaya bahwa Allah mempunyai gelar al-Ghaffar, “Yang Maha Pengampun” (Qs 38:66).

Isa Al-Masih dan Al-Ghaffar

Isa Al-Masih pun memiliki nama ini. Inilah doa-Nya ketika Ia menderita di kayu Salib, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Injil, Lukas 23:34).

Kadang kita sulit mengampuni orang yang bersalah, sekalipun hanya kesalahan kecil. Di sini kita melihat Isa Al-Masih Maha Pengampun. Ketika disalib pun, Dia rela mengampuni orang yang menyalibkan-Nya.

Pengampunan Isa Al-Masih

Ia juga bersedia mengampuni dan memberi hidup kekal kepada Saudara. Firman Allah menjanjikan “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Isa Al-Masih] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa . . . dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (Injil, I Yohanes 1:9).

Masih tidak tahukah kalian? Masih tidak dengarkah kalian? Tidakkah diberitahukan kepada kalian dari mulanya? Tidakkah kalian mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? ...Tetap tidak tahukah kamu, dan tetap tidak dengarkah kamu? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. -- Yesaya 40:21, 28 (terj. harfiah)

Setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. -- Efesus 1:15-17

Sungguh mengenal Tuhan -- dalam hubungan yang nyata yang melibatkan seluruh keberadaan kita, pikiran, perasaan, penghayatan, sampai berwujud ke sikap dan tindakan keseharian -- adalah tujuan hidup yang utama dan yang tertinggi; memiliki hubungan riil dengan Tuhan yang mencipta, memelihara, menebus kita adalah satu-satunya yang boleh memberi penghiburan teguh sepanjang hidup sampai kita mati kelak. Itu sebab pertanyaan berulang ini. Ada dua perbedaan pertanyaan di dua ayat ini. Pertama, ayat 21 ditujukan kepada orang dalam bentuk jamak (kalian), sedangkan ayat 28 dalam bentuk tunggal (kamu). Jadi pertanyaannya, adakah saya dan Anda sungguh memiliki hubungan pengenalan dengan Tuhan, baik secara pribadi maupun secara dan di dalam berbagai komunitas seperti keluarga, gereja, dlsb? Kedua, bentuk waktu kata kerja ayat 21 masih berlangsung, sedangkan ayat 28 sudah selesai. Kesempatan untuk kita mengalami sapaan dan lawatan Tuhan, untuk kita mengenal Dia, mengalir ke dua akhir berbeda. Jika kita sungguh merespons panggilan-panggilan-Nya kita akan menuju samudera pengenalan akan Tuhan yang tidak habis-habisnya. Jika kita menomorduakan pengenalan akan Tuhan karena alasan lain dalam hidup, suatu ketika kesempatan akan berakhir. Esok dalam ibadah gerejawi kita mendapat kesempatan untuk sungguh dan makin mengenal Tuhan. Mari siapkan hati, mohon Tuhan melawat kita masing-masing dan sebagai jemaat, agar menjadi salah satu momen perjumpaan yang membentuk keseluruhan proses pengenalan kita akan Tuhan secara nyata. Amin.
Ia berlipatganda kuat dan kuasa-Nya ... Allah kekal, TUHAN...  Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu,.. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan melipatgandakan kekuatan/semangat orang yang tiada berdaya. -- Yesaya 40:26, 28, 29 (terj. harfiah)
Harapan orang benar berakhir dalam sukacita -- Amsal 10:28
Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! -- Yakobus 5:8
Bersama dengan terbitnya tiap hari baru, o Aku Ada yang Agung, murnikan dan jagailah hati kami. Perbarui komitmen kami -- pribadi, keluarga, gereja -- kepada firman-Mu dan pengandalan kami akan pemberdayaan Roh-Mu. Tolong kami mengenakan persenjataan-Mu untuk kami dari puncak kepala kami sampai ke telapak kaki kami. Sampai kepada kedatangan-Mu kembali, kiranya kami tidak digoyahkan dan disimpangkan oleh berbagai angin pengajaran palsu. Dalam Yesus, Amin.
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. - Matius 5:3