Jadikan Visi Gereja sbgi Visi Hidup Anda

0 Comments

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,... (Efesus 2:19).
 
Gereja adalah tubuh Kristus. Itu berarti gereja adalah milik-Nya Allah. Demikian pula dengan kita, anggota-anggota tubuh Kristus, juga kepunyaan Allah. Dengan kata lain, kalau kita ada di dalam sebuah gereja itu bukan karena kebetulan. Namun Allah yang menempatkan kita menjadi anggota-anggota keluarga Allah. Tentunya setiap keluarga punya tujuannya masing-masing sesuai dengan yang ditentukan oleh kepala keluarganya. Begitu pula Tuhan Yesus punya visi buat setiap gereja lokal-Nya. Dan Tuhan sebagai kepala memberikan visi 1 juta jiwa diselamatkan kepada Gereja Keluarga Allah melalui kegerakan kelompok sel. Itu sebabnya kita, sebagai anggota-anggota tubuh-Nya yang ada dalam Gereja Keluarga Allah diberikan visi dan kegerakan yang sama. Namun sudahkah kita hidup di dalamnya? Terkadang sebagai anggota tubuh kita bergerak dengan visi kita sendiri, sehingga terjadilah "stroke rohani". Akibatnya tubuh Kristus tidak bisa menggenapi visi Tuhan dengan baik. Itu sebabnya mari kita bergabung dalam keluarga rohani; yaitu Kelompok Sel. Di sinilah kita bisa menjadi pelaku Firman yang kita dengar di ibadah minggu. Bahkan kita bisa membagikan kesaksian kita sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, bahkan bagi kota kita. Hari demi hari kita semakin berakar, bertumbuh dan berbuah lebat bagi Tuhan.
 
Adalah Ibu Hana Ariyani, ia adalah jemaat Keluarga Allah yang sudah berusia 72 tahun. Usia tidak menjadikan rohnya kendor atau kurang bersemangat. Justru dalam usianya yang sudah tidak muda lagi inilah ia bangkit dan meresponi visi yang Tuhan berikan kepada Gereja Keluarga Allah, yaitu menyelamatkan jiwa-jiwa dan menggabungkan mereka dalam kelompok sel. Bukan hanya usia yang sebetulnya bisa menjadi alasan baginya untuk tidak bergerak dalam visi ini, tetapi keterbatasan fisiknya yang kurang begitu jelas dalam berbicara karena dulu ia pernah menderita sakit kanker mulut dan disembuhkan secara ajaib oleh Tuhan, juga bisa menjadi alasan baginya untuk tidak bergerak bersama masuk dalam visi Tuhan bagi gerejanya. Namun bagi Ibu Hana Ariyani, semuanya itu bukanlah alasan, apa yang ia terima dari gembala sidang ia tangkap sebagai visi dalam hidupnya. Ia bertekad, selama ia hidup ia harus menghasilkan buah-buah yang nyata bagi Tuhan dengan menyelamatkan jiwa-jiwa dan menggabungkannya dalam kelompok sel yang dibukanya. Meskipun berbagai halangan dan rintangan harus ia hadapi dalam menyelamatkan jiwa dan menggembalakan anggotanya dalam kelompok sel, tetapi itu tidak membuatnya menyerah begitu saja. Dalam usia senjanya, Ibu Hana Ariani tetap bersemangat menjemput dan mengantar anggota kelompok selnya yang tidak mempunyai transportasi ke gereja dan kelompok sel dengan menggunakan mobil pribadinya yang dikemudikannya sendiri. Bahkan ia juga berani mengorbankan hartanya untuk membelikan Alkitab untuk anggota kelompok selnya yang tidak mampu. Saat ini kesaksian kegigihan Ibu Hana Ariyani dalam memperjuangkan kelompok selnya telah menginspirasi dan membangkitkan jemaat yang lain untuk juga bangkit menyelamatkan jiwa dan menggembalakan jiwa-jiwa yang sudah diselamatkan itu dalam kelompok sel. Hidupnya menjadi hidup yang berguna, bahkan berbuah nyata bagi Tuhan sehingga nama Tuhan Yesus dipermuliakan dan hati Tuhan disenangkan.


You may also like

Tidak ada komentar: