Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat (2 Petrus 3:9).
Seringkali, ketika kita mengalami pergumulan, kita sering menganggap Tuhan ‘lalai’ dengan janji-Nya. Seolah-olah Tuhan diam, seolah-olah Tuhan tidak peduli. Tetapi ayat Firman Tuhan yang menjadi rhema bagi kita hari ini dengan jelas menyatakan bahwa “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya…” Tuhan tahu persis apa yang sedang dikerjakannya dalam hidup kita. Ia memiliki pengaturan yang sempurna bagi hidup kita.
Ada seorang bapak yang cukup sibuk dalam pekerjaannya. Suatu hari ia diberitahu oleh anak-anaknya melalui SMS bahwa mereka akan pergi ke suatu tempat diluar kota. Bapak ini, meskipun cukup sibuk, tetap berusaha untuk memantau perkembangan anak-anaknya. Namun bapak ini sempat heran, mengapa anak-anaknya tidak pamit terlebih dahulu kepadanya. Ternyata, akibat dari ‘tidak pamit’ ini anak-anaknya sungguh-sungguh mengalami kesulitan. Setibanya di bandara, anak-anaknya baru menyadari bahwa tidak ada satupun diantara mereka yang membawa uang. Panik, mereka segera menelpon papanya. “Pah, tolong segera meluncur ke bandara, kami lupa bawa uang!” Lalu bapaknya di ujung sana bertanya jam berapa pesawat mereka akan berangkat. Anak-anaknya menjawab bahwa pesawatnya akan berangkat 30 menit lagi. Bapaknya menimbang-nimbang lalu menjawab, “Kalau papah berangkat ke bandara, waktu papah sampai, kalian pasti sudah masuk pesawat. Waktunya tidak cukup.” Anaknya spontan menjawab, “Iya pah, tapi bagaimana ini, kami tidak bawa uang sama sekali. Nanti disana bagaimana???” Bapaknya berkata, “Ya sudah berangkat saja, nanti papah yang atur.” Anaknya dengan nada yang semakin meninggi nyaris berteriak, “Atur bagaimana maksud papah? Kami tidak bawa uang pah, apa papah masih kurang jelas? Bagaimana kami bisa bayar taksi? Bagaimana kami bisa bayar hotel? Bagaimana dengan makan kami selama disana? Papah sudah ndak peduli lagi sama kami? Papah sudah ndak sayang pada kami???” Bapaknya dengan santai menjawab, “Sudahlah… kalian sendiri yang tadi tidak pamit pada papah, kalian berangkat dulu, nanti papah atur semuanya.” Brakkk, tiba-tiba telepon ditutup dengan kasar oleh anaknya. Segera sang bapak menelpon kenalannya yang ada di kota yang akan dituju anak-anaknya, meminta nomor rekening kenalannya tersebut dan mentransfer sejumlah uang yang dibutuhkan anak-anaknya dengan pesan supaya kenalannya tersebut menjemput anak-anaknya di bandara lalu menyerahkan uang kirimannya kepada anak-anaknya. Sementara itu, diatas pesawat, anak-anaknya pergi dengan hati yang galau, penuh dengan kekuatiran memikirkan bagaimana nasib mereka nanti di kota yang akan mereka tuju. Mereka tidak sadar bahwa bapaknya yang mengasihi mereka sudah mengatur segalanya dengan baik. Dan setibanya di kota yang mereka tuju, barulah anak-anaknya bisa mengerti pengaturan apa yang sudah bapaknya buat bagi mereka. Seringkali kitapun bersikap seperti ini terhadap Bapa kita di surga, penuh dengan ketidakpercayaan dan kecurigaan. Bertobatlah dan tetap percaya bahwa Bapa kita tidak pernah lalai dan DIA sedang membuat pengaturan yang sempurna bagi kita.
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.