Pelayanan yg Menyentuh Hati

0 Comments
Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allahbukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. (2 Korintus 1:12)
 
Hanya ketika kita melayani dengan hati yang tuluslah, pelayanan kita bisa benar-benar menyentuh hati, sehingga orang-orang yang kita layani merasa diberkati melalui pelayanan kita. Kalau kita melayani keluarga kita dengan hati melayani yang tulus, maka suami kita akhirnya bisa menyadari kasih kita, istri kita pasti mulai percaya ketulusan kita, anak-anak kita akan merasakan kekonsistenan kita dalam melayani dan mengasihi mereka. Ini yang akan membawa pemulihan dahsyat terjadi dalam keluarga kita. Kalau kita melayani jiwa yang terhilang dengan hati melayani yang tulus, maka mereka akan bisa merasakan kasih kebaikan Tuhan yang tulus melalui hidup kita, kesungguhan iman dan keyakinan kita bahwa Yesus Kristuslah jalan keselamatan yang sejati, dan akhirnya mereka akanmembuka hidup menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kalau kita melayani Tuhan dalam pekerjaan kita dengan hati melayani yang tulus, maka yang pasti bos kita akan merasa bahwa kita benar-benar mirip seperti Yusuf yang membawa berkat besar dalam perusahaan, karyawan kita akan merasa bahwa kita seperti Daud yang mengasihi dan mengayomi mereka dengan baik, pelanggan kita akan merasa sangat untung dan diberkati setiap kali berbisnis dengan kita. Inilah yang akan mendatangkan berkat-berkat besar dalam hidup kita. Kalau kita melayani di gereja dengan hati melayani yang tulus, maka jemaat akan merasakan pelayanan kita sangat memberkati mereka, anggota kelompok sel kita akan merasakan teladan iman yang luarbiasa, teman-teman pelayanan kita akan dibangun dan bersukacita setiap kali mendengar perkataan kita, melayani bersama kita, dan inilah yang akan mendatangkan kemajuan dan pertumbuhan yang luarbiasa dalam pelayanan.
Seorang pelayan Tuhan di gereja kita pernah bersaksi tentang apa yang membuatnya hingga hari ini memutuskan untuk melayani pekerjaan Tuhan, bahkan menjadi fulltime di gereja. Semuanya diawali dengan sesuatu yang sangat sederhana, yaitu tepukan di bahunya. Waktu itu, kira-kira 5 tahun yang lalu, ketika ia masih seorang jemaat biasa dan sedang mengalami pergumulan dalam pekerjaanya, setelah selesai ibadah Minggu dan bapak gembala sidang Pdt. Obaja memberi salam kepada beberapa jemaat, dan salah satunya adalah dirinya. Waktu sampai kepadanya, tiba-tiba Bp. Pdt. Obaja menyalami sambil menepuk-nepuk bahunya dan tersenyum kepadanya. Meskipun mungkin Bp. Pdt. Obaja tidak ingat lagi peristiwa tersebut, tetapi bagi pelayan Tuhan ini, peristiwa itulah yang menjadi titik balik di dalam hidupnya, tiba-tiba ia merasakan semangat yang baru untuk memiliki pengharapan yang kuat didalam Tuhan. Dari situlah kemudian ia melangkah untuk terlibat dalam pelayanan sampai dengan hari ini. Baginya, sentuhan kecil dari bapak gembalanya yang terus memberikan semangat kepadanya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
 


You may also like

Tidak ada komentar: