Pekerjaan Kecil dgn Langkah BEsar

0 Comments

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. (1 Korintus 13:3)
 
Kebanyakan orang sering mengabaikan hal-hal yang kecil atau sederhana. Padahal, kalau kita mau menjadi besar, kita tidak boleh menutup mata terhadap hal-hal yang kecil. Jangan pernah kita mengabaikan hal-hal kecil yang Tuhan berikan kepada kita dan jangan menolak perkara kecil yang Tuhan ingin kita kerjakan. Karena jika kita mengerjakan hal kecil dengan kasih yang besar, maka itu adalah awal dari perkara besar yang akan Tuhan nyatakan dalam hidup kita.
 
Ada seorang janda tua yang tinggal di satu pondok kecil yang sederhana. Ia hidup berseberangan dengan seorang Pendeta. Kesayangan utama janda tua ini adalah bunga-bunga yang ditanam di depan rumahnya. Suatu hari janda tua ini jatuh sakit, sehingga ia harus terbaring di tempat tidur untuk waktu yang cukup lama. Semua teman-teman dan tetangga-tetangganya datang untuk menunjukkan perhatian dan kebaikan hati mereka. Dari balik jendelanya, pak Pendeta dapat melihat siapa saja yang mengunjungi janda itu setiap hari, termasuk kunjungan dokter yang memeriksanya. Di sebelah rumah janda tua ini tinggal juga seorang gadis kecil. Dia tidak terlihat mengunjungi janda miskin ini dan dia juga tidak menunjukkan perhatian secara menyolok kepada janda tua ini. Tapi menjelang petang, gadis kecil ini selalu datang membawa seember air dan mulai menyirami bunga-bunga milik janda tua yang hampir layu karena teriknya sengatan matahari musim panas. Dia rajin melakukan hal ini sampai si janda tua itu sembuh kembali. Hari pertama ketika janda tua ini sembuh, hal pertama yang dilakukannya adalah melihat bunga kesayangannya. Wajahnya terlihat semakin cerah saat diketahuinya bahwa bunga-bunga miliknya tetap segar dan cerah. Pendeta ini tidak menyelidiki apakah janda tua ini tahu siapa yang merawat bunga-bunganya. Namun pendeta ini melihat kasih dan perhatian yang diberikan gadis kecil ini. Setiap kali pendeta ini melihat gadis kecil tersebut, maka ingatannya melayang pada peristiwa itu, bagaimana seorang gadis kecil melakukan hal yang sederhana dengan kasih yang besar, dan dia percaya bahwa Tuhan turut menyaksikan peristiwa itu dan mencatatnya di Buku Besar-Nya.


You may also like

Tidak ada komentar: