Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1 Kor 1:27-29)
Tahukah saudara bahwa hal-hal besar diawali dari sesuatu yang kecil atau sederhana? Kebakaran hutan yang besar, bisa diawali dari satu puntung rokok yang jatuh di semak kering. Musa yang dipilih menjadi pemimpin bangsa Israel untuk keluar dari tanah perbudakan Mesir adalah seorang anak budak Ibrani. Daud yang diurapi menjadi raja Israel adalah anak muda yang dulunya hanya menggembalakan 2-3 ekor domba. Tuhan Yesus Sang Juruselamat dunia, hanya dilahirkan di sebuah kandang binatang saja. Murid-murid Tuhan Yesus yang diutus untuk membawa kegerakan Injil ke seluruh dunia hanyalah para nelayan dan bekas pemungut cukai. Banyak orang yang dulunya dianggap kecil/tidak berarti tetapi akhirnya bisa dipakai Tuhan untuk melakukan hal-hal yang sangat besar.
Adalah Bp. Prastowo, saat ini ia adalah seorang PKS Supervisor di Keluarga Allah Solo. Oleh pertolongan Tuhan, Bp. Prastowo berhasil mengembangkan 4 kelompok sel didalam jajarannya. Kesaksian ini mungkin adalah sesuatu yang biasa saja bagi orang yang memiliki fisik normal seperti orang pada umumnya. Namun, kesaksian ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa, karena Bp. Prastowo memiliki kelemahan fisik di kakinya yang terkena polio, sehingga ia harus mengenakan kursi roda kemanapun ia pergi. Awalnya ia merasa minder karena kondisi fisiknya yang penuh kekurangan, namun berkat Firman Tuhan yang terus ia terima dari Gembala Sidang Bp. Pdt. Obaja Tanto Setiawan, imannya terus dibangkitkan, pengharapannya kepada Tuhan terus semakin dikuatkan, bahkan rohnya terus makin dikobarkan untuk menyala-nyala di dalam Tuhan. Dengan dukungan istrinya yang selalu setia mendampinginya, bahkan dorongan dari PKS diatasnya, akhirnya Bp. Prastowo memberanikan diri melangkah untuk membuka kelompok sel. Perjuangan demi perjuangan ia lakukan dengan penuh ketekunan, hingga akhirnya kelompok selnya terus berkembang dan makin berkembang. Dari hidup yang tidak berarti bahkan penuh dengan kelemahan, hidup Bp. Prastowo diubahkan Tuhan sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Ayat yang terus menguatkannya adalah “…apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,… supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.