Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.(Yeremia 29:11)
Banyak orang yang takut gagal. Padahal, orang yang takut gagal maka ia akan takut mencoba sesuatu yang baru. Orang yang takut mencoba sesuatu yang baru, akan sulit mengalami kemajuan didalam hidupnya. Faktanya adalah kegagalan itu menarik. Kegagalan adalah bagian dari melangkah maju. Kita tidak pernah belajar dari kesuksesan, tapi kita belajar banyak dari kegagalan. Mungkin kita tidak dapat menyerap semua pelajaran yang kita terima dari kegagalan kita, namun tetap saja hal tersebut menjadi harta tak ternilai untuk kita. Kegagalan juga menjadi momen yang tepat dimana kita merenungkan kembali tujuan awal kita, melihat di sekeliling dan memutuskan alasan mengapa kita tidak boleh menyerah. Bagian yang paling baik dari sebuah kegagalan adalah kita akan dibawa ke sebuah jalan yang belum pernah kita temukan sebelumnya. Dan selalu percayalah bahwa Allahpun turut bekerja dalam kegagalan kita sekalipun untuk mendatangkan kebaikan dan hari depan yang penuh harapan bagi kita.
Gagal dalam hubungan rumah tangganya, membuat Bp. Obed Budi Utomo menginstropeksi diri sendiri dan mulai datang kepada Tuhan. Saat itulah ia bergabung dalam kelompok sel dan mulai dibimbing oleh PKSnya. Firman Tuhan yang setiap Minggu ia terima, selalu menempelak hidupnya. Ia jadi menyadari bahwa selama ini ia sudah memperlakukan istrinya dengan tidak sepantasnya dan menjadi kepala keluarga yang sangat tidak bertanggung jawab. Dari situlah ia mengambil keputusan untuk bertobat dan mengubah hidupnya. Kalau dulu ia tidak bekerja, pekerjaannya setiap hari hanya bersenang-senang dan mabuk-mabukan saja. Maka saat itu ia memutuskan untuk mencari pekerjaan yang layak supaya ia bisa menghidupi keluarganya dengan baik. Saat itu kehidupannya mulai diubahkan sedikit demi sedikit. Tiap-tiap hari ia membawa pergumulan rumah tangganya dalam doa di Pondok Daud. Dengan bimbingan yang terus-menerus melalui Firman Tuhan yang ia terima tiap Minggu bahkan melalui PKSnya, Bp. Obed Budi Utomo mulai menunjukkan pertobatan yang sejati dalam hidupnya. Sampai suatu hari Tuhan bukakan jalan secara ajaib untuk ia bisa bertemu kembali dengan istrinya yang selama ini sudah ia sia-siakan. Hubungan keluarga yang retak mulai Tuhan pulihkan. Istrinya melihat dan merasakan perubahan yang sungguh nyata dalam kehidupan suaminya. Akhirnya, keluarga ini sungguh-sungguh dipulihkan oleh Tuhan, perekonomian mereka diberkati, bahkan kesaksian hidup mereka boleh menjadi berkat bagi orang lain yang mengalami pergumulan yang sama. Nama Tuhan dipermuliakan!
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.