Menjadi Kuat Saat Melayani

0 Comments

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)
 
Setiap kita kita semua punya area-area kelemahan kita masing-masing. Jangan merasa sendirian, jangan berkecil hati, dan jangan putus asa. Justru sebaliknya, percayalah bahwa dari asal yang lemah kita bisa dipakai Tuhan untuk melakukan perkara-perkara yang hebat; dimulai dari awal yang kecil, tapi kemudian menjadi besar. Artinya, Tuhan sanggup mengubahkan kelemahan menjadi kekuatan!  Inilah rasa kasih Tuhan yang dikecap oleh Yohanes Pembaptis: Kuat Saat Melayani! Kelemahan diubah menjadi kekuatan, saat melayani! Ingat bahwa Yohanes Pembaptis ini dipanggil Tuhan untuk menjadi suara yang berseru-seru di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan! Hanya ketika Yohanes Pembaptis mengikuti panggilan Tuhan untuk melayani itu, maka kelemahannya dirubah menjadi kekuatan! Mengapa? Karena Tuhan melihat bahwa Yohanes Pembaptis bisa dipakai sebagai alat Tuhan untuk melayani. Itu sebabnya Tuhan mencurahkan kuasa dan pengurapanNya! Itu sebabnya sekalipun Yohanes dari awal yang lemah, tapi sekarang ada kuasa dan pengurapan Tuhan yang bekerja dalam hidupnya, dan karena itulah, kelemahan yang ada dalam hidupnya diubah menjadi kekuatan.
 
Ibu Hana Ariyani sudah bisa dikatakan tidak muda lagi, ia sudah berusia 72 tahun. Namun usia tidak menjadikan rohnya kendor atau kurang bersemangat. Justru dalam usianya yang sudah tidak muda lagi inilah ia bangkit menyelamatkan jiwa-jiwa dan menjadi PKS. Bukan hanya usia yang sebetulnya bisa menjadi alasan baginya untuk tidak melayani dan menjadi PKS, tetapi keterbatasan fisiknya yang kurang begitu jelas dalam berbicara karena dulu ia pernah menderita sakit kanker mulut dan disembuhkan secara ajaib oleh Tuhan, juga bisa menjadi alasan baginya untuk tidak bangkit melayani. Namun bagi Ibu Hana Ariyani, semua kelemahannya itu bukanlah alasan, ia bertekad, selama ia hidup ia harus menghasilkan buah-buah yang nyata bagi Tuhan dengan menyelamatkan jiwa-jiwa dan menggembalakan mereka dengan baik di kelompok sel. Meskipun berbagai halangan dan rintangan harus ia hadapi dalam menyelamatkan jiwa dan menggembalakan anggotanya dalam kelompok sel, tetapi itu tidak membuatnya menyerah begitu saja. Dalam usia senjanya, Ibu Hana Ariani tetap bersemangat menjemput dan mengantar anggota kelompok selnya yang tidak mempunyai transportasi ke gereja dan kelompok sel dengan menggunakan mobil pribadinya yang dikemudikannya sendiri. Bahkan ia juga berani mengorbankan hartanya untuk membelikan Alkitab untuk anggota kelompok selnya yang tidak mampu.Kelemahannya menjadi sebuah kekuatan ketika ia melangkah melayani. Hidupnya yang sederhana bisa dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi banyak orang yang ada di sekelilingnya. Nama Tuhan Yesus dipermuliakan!


You may also like

Tidak ada komentar: