Will the unicorn
(ibrani: re'em) be willing to serve thee, or abide by thy crib? (Apakah lembu
hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu?) -- Ayub 39:9
Beberapa orang mengklaim bahwa
Alkitab adalah buku dongeng karena di dalamnya menyebut tentang unicorn. Akan tetapi ternyata unicorn di
Alkitab adalah binatang yang nyata, bukan makhluk imajinasi atau khayalan.
Alkitab menyebutkan unicorn dalam konteks binatang yang ditemui sehari-hari
saat itu seperti burung merak, domba, singa, banteng, kambing, keledai, kuda,
anjing, elang dan anak sapi (Ayub 39:9-12).Di dalam Ayub 38-41, Tuhan
mengingatkan Ayub tentang karakteristik dari berbagai binatang yang mengagumkan
yang diciptakanNya, untuk menyatakan kepada Ayub bahwa Tuhan sangat jauh
melebihi manusia di dalam kekuasaan dan kekuatannya.Ayub sangat akrab (mengenali)
binatang-binatang yang dikatakan Tuhan, karena semua binatang itu dilihatnya
sehari-hari sehingga bisa dijadikan ilustrasi untuk memnbuat penjelasan Tuhan
menjadi efektif.
Dalam Ayub 39:9-12 Tuhan menunjuk
unicorn sebagai binatang yang “memiliki kekuatan sangat besar”, tidak berguna
untuk pekerjaan pertanian, menolak melayani manusia atau “membajak ladang.”
Bantuan ilustrasi ini memberikan gambaran sekilas bagi Ayub tentang kebesaran
Tuhan. Jika yang disebutkan Tuhan adalah binatang imajinasi/khayalan maka akan
membuat tujuan ilustrasi Tuhan menjadi sia-sia.
Pembaca jaman modern menemui
kesulitan dengan unicorn di Alkitab karena kita lupa bahwa makhluk bertanduk satu
bukanlah ciptaan yang aneh dalam desain Allah, seperti badak bercula satu dan
ikan pedang. Alkitab menggambarkan unicorn melompat seperti anak lembu (Mazmur
29:6), melakukan perjalanan seperti banteng dan berdarah ketika mati (Yesaya
34:7). Keberadaan sebuah tanduk yang sangat kuat pada makhluk yang hidup
soliter (menyendiri) dan berkakuatan besar ini bertujuan untuk membuat pembaca
berpikir tentang sebuah kekuatan yang dahsyat.
Walaupun unicorn ini tidak ditemukan
pada dunia modern, seharusnya tidak membuat kita meragukan keberadaannya di
dunia masa lampau. Pikirkan mengenai burung dodo. Burung ini sekarang sudah
tidak ditemui lagi, tetapi sama sekali tidak ada keraguan bahwa dia hidup di
masa lampau. Burung dodo hidup di pulau Mauritius, punah pada pertengahan abad
17. Burung ini sejenis ayam memiliki tinggi 1 meter dan berat 20 kilogram.
Catatan pada abad ke delapan belas
dari Afrika selatan menyebutkan tentang gambar di batu karang dan saksi mata
yang menyebutkan tentang binatang yang menakutkan, bertanduk satu bentuknya
seperti kuda. Satu laporan menggambarkan binatang itu sebagai: “memiliki tanduk
tunggal, tepat di kepalanya, sepanjang lengan manusia, dan memiliki panggal
tanduk yang besar ... Ujungnya runcing; tidak menempel di tulang kepala tetapi
hanya menempel di kulit.”Elasmotherium, badak raksasa yang
telah punah, memiliki kemungkinan yang sama dengan unicorn di Alkitab.
Tengkorak elasmotherium sepanjang 83 sentimeter memiliki sebuah tulang menonjol
yang besar di bagian depan tengkorak, merupakan struktur untuk menopang sebuah
tanduk besar yang masif.
Arkeologis Austen Henry Layard dalam
bukunya “Niniwe dan reruntuhannya” tahun 1849, menggambar sketsa binatang
bertanduk tunggal dari sebuah obelisk yang ditemani oleh sejenis sapi bertanduk
ganda. Unicorn di Alkitab bisa jadi adalah seekor elasmotherium.Alkitab modern menerjemahkan re’em
sebagai lembu liar, sedangan Alkitab terjemahan King James Version (1611),
Luther’s German Bible (1534), Septuaginta, dan Latin Vulgate menerjemahkan kata
Ibrani ini dengan kata yang memiliki arti “binatang bertanduk tunggal.”Memang unicorn di Alkitab tidak
digambarkan secara spesifik seperti yang kita harapkan, tetapi itu adalah
kenyataan. Alkitab dengan jelas menyebutkan binatang yang benar-benar hidup
pada masa itu. Unicorn yang disebutkan di dalam Alkitab adalah binatang yang
sangat kuat memiliki satu tanduk atau dua tanduk yang sangat kuat, bukan
binatang imajinasi atau khayalan seperti yang terdapat di buku atau filem.
Binatang ini sekarang sudah punah
seperti banyak binatang yang lain. Pemikiran yang menganggap unicorn di Alkitab
adalah binatang khayalan merupakan upaya untuk merendahkan Firman Tuhan, yang adalah
kebenaran dan kenyataan di setiap detailnya. (Answers in Genesis - USA)
* * * * *
Betapa besarnya
pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.
(Mazmur 92:5,6)
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.