Perilaku menyimpang akhir-akhir ini semakin mengkuatirkan, bahkan tidak
mengenal usia. Kekerasan ada dimana-mana tanpa ada rasa kemanusiaan.
Bahkan telah masuk dalam keluarga. Orang tua yang dengan mudahnya
memperkosa dan menganiaya anak kandungnya sendiri, demikian pula anak
yang dengan mudahnya membunuh orang tuanya sendiri. Perkelahian/tawuran
beringas yang dipertontonkan oleh media, dengan membawa senjata tajam
bahkan menggunakannya untuk menghabisi lawannya.
Peredaran dan penggunaaan narkoba yang tidak terbendung. ANak belasan
tahun yang melacurkan diri. Sex bebas dimana-mana, arisan PSK pelajar.
Yang tidak mengherankan adalah tren pelecehan seksual atau kekerasan
seksual yang dilakukan terhadap anak dibawah umur. Berita terakhir yang
mencengangkan adalah ditemukan anak-anak SD, bukan hanya tawuran namun
juga pesta miras dan pesta seks. bahkan di YKBH dalam penelitiannya
menemukan tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh anak-anak SD.
Dikatakan lebih lanjut bahwa 67% anak SD telah mengakses pornografi,
serta penyebaran HIV/AIDS yangtelah menjangkau tingkat SLTP.
Bila perhatikan lebih lanjut, maka kita menemukan fenomena baru tentang perilaku menyimpang yaitu semakin menjamurnya "disorientasi seksual" seperti waria, gay, lesbi dan sebagainya. Apakah artinya semua ini? Mengapa hal ini dapat terjadi?
GEJALA GANGGUAN PRILAKU (CONDUCT DISORDER)
Pertama-tama kita akan melihat, ciri-ciri atau gejala awal dari
seseorang yang mengalami perilaku menyimpang, sehingga kita dapat
mendeteksinya. Sesorang yang mengalami gangguan perilaku, menunjukkan
3 gejala spesifik selama sekurang-kurangnya 12 bulan dan paling tidak 1
gejala muncul selama lebih dari 6 bulan terakhir.
1. Over estimate akan kemampuan diri sendiri
2. Sangat "disorganisasi" dalam pekerjaan sehari-hari/berperilaku yang tidak menentu
3. Suasana hati tidak stabil
4. Asyik dengan perasaan dirinya sendiri
5. Ekspetasi sosial/ketrampilan sosial sangat kurang/menarik diri dari interaksi sosial
6. Mudah tersinggung, cemas, cenderung mau bunuh diri
7. Mengalami frustasi sehingga mudah marah dan jengkel, tidak sabaran
8. Cenderung salah menginterpretasi maksud orang lain
9. Suka berkelahi/menyulut pertengkaran
10. Pembohong, suka minggat dari rumah, mencuri
Dengan perkembangannya, seorang remaja yang mengalami gangguan perilaku menjadi dewasa maka gejala gangguan perilaku tersebut menjadi seperti tidak nampak lagi. Tapi sekitar 50% remaja yang mengalami gangguan perilaku yang
berat setelah masa tidak nampaknya gejala tersebut akan mengalami
gangguan kepribadian anti sosial. Ciri-ciri kepribadian anti sosial
adalah :
1. Sering berganti pekerjaan tanpa ada alasan
2. Tidak berfungsi sebagai orang tua
3. Tidak mampu memelihara hubungan dengan pasangannya
4. Sering melakukan pemukulan
5. Agresif
6. Sering berkelahi
7. Tidak memenuhi norma sosial
8. Bertidak tidak sesuai hukum yang berlaku yang pada akhirnya membawa penderitanya ke penjara.
Jadi gangguan perilaku ini sifatnya menetap sepanjang hidupnya. Banhkan gangguan perilaku ini bukan hanya menetap tapi juga "diturunkan . Bila demikian betapa pentingnya orang-orang yang mengalami gangguan perilaku ini "segera" mendapatkan penanganan yang BENAR yaitu yang penanganannya bersifat holistik (menyeluruh meliputi sisi rohani, psikologis, dan jasmani)
Dalam psikologi diakui ada unsur yang bekerja dalam sistem turun temurun
dalam keluarga disfungsional. Jadi bila ada sesuatu yang tidak benar
akan memberikan dampak kepada keturunannya. Ada 2 tipe menangani
menurunnya gangguan perilaku ini :
1. Cross-typial, yang berarti dapat terjadi pada pola/kondisi
berbeda yang diteruskan dari generasi 1 ke generasi berikutnya. Jadi
permasalahan yang diteruskan tidak harus sama, namun memiliki kesamaan
gangguan terhadap anggota keluarga tersebut.
2. Transmission mechanism, yaitu cara dimana pola dan kondisi yang sama diteruskan dari generasi 1 ke generasi berikutnya.
Bagaimana proses itu dapat terjadi ?
1. Internak
a. Periode PraNatal
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.