Pengkotbah 3 : 1 berkata, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah kolong langit ada waktunya.
Kalau kita perhatikan “nya” di sini huruf kecil, berarti bukan waktunya Tuhan. Tetapi memang untuk segala sesuatu perlu proses, ada waktunya masing-masing.
Ada waktu untuk menangis, tapi juga ada waktu untuk tertawa. Artinya kita harus belajar untuk FLEKSIBEL! Mengapa? Karena kebanyakan orang Kristen berpikir kalau saya berdoa sekarang, maka saya harus menerima jawabannya sekarang. Kita beranggapan bahwa kalau jadi anak Tuhan semua waktu dalam hidup kita adalah waktu untuk tertawa. Akibatnya kita tidak siap ketika waktu menangis itu datang. Kita stress ketika yang terjadi di luar keinginan kita. Kita tidak sabar ketika doa kita belum dijawab. Kita maunya semuanya oke, semuanya lancar, semuanya menyenangkan.
Itu sebabnya Rasul Paulus mengajar kita untuk bersukacita senantiasa, karena kita tau bahwa segala sesuatu ada waktunya: Ketika kita diberkati kita bisa mengucap syukur, namun ketika kita kehilangan kita bisa tetap bersukacita di dalam Tuhan. Kita sadar Tuhan sanggup menggantikan dengan berkat yang lebih baik sehingga kita bisa kembali bersukacita. Ketika doa kita dijawab, kita bisa bersukacita. Namun saat doa kita belum juga dijawab, kita bisa terus sabar sampai saat yang terbaik tiba. Kita yakin suatu saat doa kita pasti dijawab Tuhan. Saat kita berhasil, kita bisa tetap rendah hati. Tapi ketika mengalami kegagalan bisa tetap berbesar hati karena kita tau suatu saat kita pasti berhasil. Kita bisa menikmati kehidupan kita kalau kita fleksibel. Masa susahpun bisa jadi indah karena kita tahu Tuhan membentuk karakter kita di masa susah. Namun kalau kita kaku dan maunya apa-apa harus sekarang, harus saat ini juga, maka kita tidak bisa menikmati hidup kita. Yang ada hanyalah sungut-sungut terus! Kecewa terus! Marah-marah terus! Kita tidak bisa mengucap syukur. Kita kehilangan sukacita dan damai sejahtera. Ketika kita menyadari bahwa segala sesuatu ADA WAKTUNYA, kita tidak akan tertekan sekalipun perjuangan kita seolah-olah belum mendatangkan hasil, sehingga kita bisa MENIKMATI HIDUP kita.
Ingatlah bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya! Artinya keadaan yang tidak enak yang kita alami tidak akan selamanya seperti ini! Awan kelabu dalam hidup kita pasti akan berlalu dan digantikan surya pengharapan yang terbit bagi anad. Itu sebabnya jangan putus asa! Jangan menyerah! Percayalah bahwa tuhan turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Percayalah rancangan Tuhan adalah hari depan yang penuh pengharapan bagi kita!
Biarlah rohmu menyala-nyala senantiasa di dalam Tuhan!
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.