NUBUAT PERJANJIAN TUJUH TAHUN SEGERA DIGENAPI oleh PESAN AKHIR ZAMAN pada 10 Juni 2011 pukul 10:04
Seperti telah ditulis dalam artikel sebelumnya bahwa perdamaian yang sejati bagi Yerusalem hanya akan ada setelah Yesus Kristus kembali ke kota itu. Sudah lebih dari 6 dekade manusia mengupayakan berbagai cara namun sampai hari ini masalah kota tua Yerusalem tidak pernah kunjung selesai. Alkitab menubuatkan berbagai upaya pendamaian Yerusalem itu terakhir akan diupayakan oleh seseorang, yang akan membuat Perjanjian Tujuh Tahun, namun ditengah tujuh tahun itu perdamaian malah akan digagalkan oleh kekerasan yang dilakukan otoritas juru damai itu sendiri.
Jika Anda benar-benar memahami nubuat-nubuat Alkitab, Anda akan berdebar-debar menyaksikan apa yang sedang terjadi di Timur Tengah saat ini, khususnya di wilayah Israel-Palestina. Sebuah nubuat paling ‘curious’ dan paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia akan segera digenapi. Tidak lama lagi nubuat Perjanjian Tujuh Tahun (Daniel 9:27) akan menjadi kenyataan, dan banyak misteri besar dalam eskatologi akan menjadi jelas. Di tengah kemelut dan pergolakan yang terjadi di negara-negara Arab beberapa bulan terakhir ini, tiba-tiba persoalan Israel-Palestina kembali memanas. Pemicunya adalah kontrovesi atas pidato Presiden AS Barack Obama pada Kamis 19 Mei 2010 lalu, sehari sebelum kunjungan PM Israel Netanyahu ke AS. Aljazeera melaporkan bahwa Presiden As Barack Obama, mengenai masalah Israel-Palestina, mengatakan: "Perbatasan Israel dan Palestina harus didasarkan pada garis tahun 1967 dengan pertukaran wilayah yang disepakati bersama, sehingga batas-batas yang aman dan diakui ditetapkan untuk kedua negara.” Walaupun kemudian Obama mengatakan bahwa hal itu bukan merupakan proposal baru, namun penyebutan “kembali ke garis perbatasan tahun 1967” itu kepada publik berdampak sangat luas dan membuat suhu politik di Timur Tengah makin memanas. ISRAEL TERDESAK Penyebutan perbatasan tahun 1967 itu telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra, harapan palsu dan kecemasan, terutama di wilayah yang disinggung. Sebagian besar Publik Israel menunjukkan respon negatif. Sementara itu para pemimpin dan publik Palestina menunjukkan reaksi yang beragam antara gembira dan skeptis terhadap pernyataan Obama. Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Aljazeera bahwa, Obama perlu membuktikan kata-katanya dengan langkah kongkrit bukan sekedar slogan. Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas langsung menghubungi Liga Arab. Kantor Berita milik Pemerintah Qatar, QNA (Qatar News Agency) memberiotakan bahwa Liga Arab berencana meminta PBB memberikan keanggotaan penuh ke negara Palestina berdasarkan perbatasan dengan Israel yang ada sebelum Perang Timur Tengah 1967, seperti dilaporkan CNN. Beberapa pemimpin negara Uni-Eropa terkemuka seperti Inggris dan Perancis langsung menunjukkan dukungan terhadap pernyataan Obama, karena memang Uni-Eropa mempunyai pandangan yang sama tentang garis perbatasan 1967 untuk Israel-Palestina. Bahkan Paris telah menawarkan diri menjadi mediator kepada PM Israel Netanyahu. Yahoo News melaporkan di Hungaria, dalam forum Asia Eropa (ASEM) ke-10, Selasa 7 Juni 2011, lebih dari 40 diplomat Eropa dan Asia menyatakan dukungannya pada rencana kerja Obama untuk perdamaian antara Israel dan Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan negosiasi pertukaran lahan. KOTA TUA YERUSALEM MENJADI SUMBER MASALAH
Israel kali ini benar-benar terdesak dan tidak dapat menghindari tuntutan dunia berkaitan garis perbatasan pra Perang 1967. Namun Israel tidak mungkin kembali ke garis perbatasan pra 1967, sebab masalahnya bukan hanya pemukiman Israel yang terlanjur berada di wilayah paska 1967 saja, tetapi terutama berkaitan dengan kota tua Yerusalem (Yerusalem Timur). Yerusalem Timur yang merupakan wilayah yang diperoleh dari Perang Enam Hari 1967, tidak akan mereka lepaskan, karena Yerusalem adalah kota tempat tahta Daud, dimana mereka yakini pusat pemerintahan harus berada disana. Sementara berkaitan dengan usulan pertukaran lahan, pihak Palestina juga tidak bakal melepaskan Yerusalem Timur untuk ditukar dengan wilayah manapun. Mereka juga berencana menjadikan kota Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina merdeka nantinya. Sudah dapat diperkirakan, masalah Yerusalem akan tetap menggantung, atau malah akan kembali menimbulkan konflik serius. Dalam keadaan status tak menentu inilah, kelak (tidak lama lagi) seorang Raja akan muncul menjadi juru damai yang palsu. Daniel 9:27 menubuatkan, Raja itu akan membuat perjanjian yang memberatkan selama tujuh masa, namun di tengah tujuh masa itu Raja itu justru akan menghentikan ibadah korban harian dan akan menyebarkan hal yang keji yaitu penyembahan berhala (Wah 13:15) bahkan menimbulkan aniaya besar pada penduduk di seluruh Yudea (Mat 24:15). “Dan ia akan meneguhkan perjanjian dengan banyak (bangsa) selama satu kali tujuh masa: dan di tengah-tengah tujuh masa ia akan menyebabkan pengorbanan dan persembahan khusus untuk berhenti, dan untuk menyebarluaskan hal yang keji ia akan membuat kengerian, bahkan sampai kebinasaan, dan yang ditentukan akan dicurahkan pada (yang membuat) kengerian.” (Dan 9:27 - Terjemahan dari KJV) TERNYATA ADA CAMPUR TANGAN VATICAN Yahoo News melaporkan bahwa Paus Benediktus XVI dan Presiden Palestina Mahmud Abbas bertemu di Vatikan pada hari Jumat 3 Juni 2011 dan mengatakan ada "kebutuhan mendesak" untuk solusi yang langgeng bagi konflik Israel-Palestina. "Tekanan khusus diletakkan di atas kebutuhan mendesak untuk mencari solusi yang adil dan abadi bagi konflik Israel-Palestina," kata Pemimpin Vatican itu dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan. Setiap resolusi konflik harus menghormati hak semua pihak termasuk melalui "pencapaian aspirasi sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka," tambah pernyataan itu. Proses perdamaian Timur Tengah telah menjadi perhatian serius Para Paus. Paus Benediktus XVI, yang sekarang merupakan Raja ke tujuh Negara mikro Vatican City itu telah menyerukan pembentukan negara Palestina merdeka, saat berkunjung ke Israel pada tahun 2009. Benediktus telah empat kali bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas sejak dirinya menjadi Paus. Yang mengejutkan Kantor Berita Katholik CNA (Catholic News Agency) melaporkan bahwa ternyata Para Uskup Katholik AS dan pemimpin lainnya sebulan sebelumnya telah mendesak melalui surat pada tanggal 14 April 2011 kepada Presiden Barack Obama dan Hillary Clinton, untuk mengupayakan perdamaian dan menciptakan sebuah negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza sesuai dengan ide perbatasan 1967 itu. Baca berita selengkapnya di http://houseofrevelation.com/?p=578 Jika berita yang dipublikasi oleh CNA ini benar, maka kita tahu bahwa Vatican sedikit banyak turut mempengaruhi kebijakan Obama dalam hal ini. Apakah Obama akan berhasil menjadi penengah antara Israel-Palestina? Ataukah Paus akan turun tangan sendiri menjadi juru damai dan membuat perjanjian tujuh masa yang dinubuatkan Daniel 9:27 ? Kita perhatikan saja. Siapapun yang membuat perjanjian ini, ia juga akan menjadi pemicu penganiayaan besar yang terkenal sebagai “Great Tribulation” atas penduduk di Yerusalem dan di seluruh Yudea. Hal ini akan terjadi tidak lama lagi, siap sedialah umat kudus-Nya.
* * * * *
MELIHAT PENGGENAPAN NUBUATAN AKHIR JAMAN MELALUI ISRAEL
Perjanjian damai 7 tahun akan terjadi antara Israel dan 10 jari kaki/ bangsa dari penglihatan Daniel. (Daniel 2)
Ini mengejutkan!
(Patung mimpi Nebukadnesar / Daniel 2:31-33)
Setiap mahasiswa yang mempelajari nubuatan Alkitab sangat mendalami kitab Daniel 9:24-27. Ini adalah ayat dasar bagi perjanjian tujuh tahun perdamaian di masa depan antara Israel dan 10 negara - lima negara dari kaki sebelah barat penglihatan Daniel (Roma atau Eropa) dan lima dari kaki sebelah timur penglihatan Daniel (Istambul / Timur Tengah).
Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa (7 tahun). Daniel 9:27
Perjanjian ini, kami percaya, akan terwujud hanya setelah Pengangkatan (Repture) Jemaat dan mulai periode tujuh tahun Kesengsaraan ketika Tuhan kembali untuk berurusan dengan orang-orang Yahudi sebagai umat pilihan-Nya.
Nah, mengejutkan dari semuanya mengejutkan saat membaca judul ini dalam sebuah surat kabar Israel pekan lalu:
Israel Ingin Masa Lima Tahun Tenang - Attila Somfalvi
(Paragraf ketiga di bawah)
Ketika ditanya tentang apa yang diharapkan Israel setelah gencatan senjata di Gaza, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan pada hari Selasa: "Saya memperkirakan bahwa kita akan mendapatkan ketenangan abadi. Kami berbicara dengan rekan-rekan kami di seluruh dunia dan menjelaskan bahwa kami ingin sebuah ketenangan yang langgeng - tidak selama seminggu,. tidak selama dua minggu. Setelah seminggu dalam penderitaan,. (kami ingin) setidaknya lima atau enam tahun yang tenang, stabilitas dan keamanan." (Ynet News http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-4309430,00.html)
Israel menginginkan lima atau 'enam tahun' masa perdamaian? Itu sangat dekat dengan 'tujuh tahun' perdamaian!
Fakta bahwa mereka berbicara tentang perjanjian perdamaian dengan jangka waktu mendekati tujuh tahun ini menakjubkan – jika mempertimbangkan nubuatan Daniel 9:27.
Ditulis lebih dari 2,500 tahun yang lalu!
---
Perhatikan nubuat lain sudah digenapi dalam sampai sekarang ini mengenai Israel dan Yahudi:
1. Orang-orang Yahudi akan tersebar di seluruh dunia dan kembali ke tanah air mereka setelah sekitar 2,000 tahun (Yesaya 11:11-12; Hosea 6:1-2) --> Sudah digenapi!
Yerusalem dihancurkan oleh Titus dan Tiberius Julius Alexander dari kekaisaran Roma pada tahun 70. Menurut sejarawan Josephus, 1,100,000 orang tewas selama pengepungan Yerusalem dan 97,000 orang ditawan dijadikan budak. Sejak saat itu tidak ada lagi bangsa Yahudi bersatu di tanah Israel, mereka berada dalam diaspora (pembuangan) di seluruh dunia selama 2,000 tahun! Bangsa Yahudi kembali lagi ke tanahnya dan memproklamirkan berdirinya negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948.
2. Orang-orang Yahudi tidak akan kehilangan identitas mereka - mereka akan tetap ras murni selama pengasingan mereka dan kembali sebagai ras murni (Wahyu 7:4) --> Sudah digenapi!
Israel adalah bangsa yang disebutkan oleh Tuhan sendiri atas Yakub (hidup 2,006 SM s/d 1,859 SM) dan kedua belas anak keturunannya. Sekalipun melewati masa 4,000 tahun dan dua kali masa pembuangan yang panjang, suku bangsa Israel dari dua belas suku tetap terjaga kemurniannya sampai sekarang ini.
3. Ketika mereka kembali, orang-orang Yahudi akan mengambil alih tanah mereka untuk mulai dalam satu hari (Yesaya 66:8) --> Sudah digenapi!
Setelah 2,000 tahun masa pembuangan, pada tanggal 14 Mei 1948 bangsa Yahudi kembali ke tanah nenek moyangnya dan memproklamirkan negara Israel!
4. Ketika orang-orang Yahudi kembali ke tanah mereka, mereka tidak akan memiliki Roh Allah di dalamnya (Yehezkiel 37:8) --> Sudah digenapi!
Mereka tidak memiliki Roh Allah (Roh Kudus) karena tidak percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
5. Orang-orang Yahudi akan kembali ke tanah mereka dan memiliki tentara yang sangat kuat (Yehezkiel 37:10) --> Sudah digenapi!
Israel memiliki tentara terkuat di dunia jika dibandingkan dengan luas negara dan jumlah penduduknya. Luas negara Israel hanya 20,700 km2, dengan penduduk 7.5 juta di mana 5.7 juta orang Yahudi dan 1.5 juta orang Arab. (Bandingkan dengan luas provinsi Jawa Tengah 32,800 km2 dengan penduduk 37.5 juta jiwa - red.) Tentara regulernya 175,000 orang, dan tentara cadangan dari penduduk sipil yang bisa dimobilisasi sampai 650,000 orang.
Dari sejak berdiri menjadi sebuah negara berdaulat, Israel sudah terlibat 3 kali perang terbuka dengan seluruh negara muslim yang mengelilinginya, yaitu Perang Arab Israel tahun 1948, Perang Enam Hari tahun 1967 dan Perang Yom Kippur tahun 1973.
Setelah memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 14 Mei 1948, Israel terlibat perang yang panjang dari tanggal 15 Mei 1948 sampai 20 Juli 1949, diserang oleh semua negara di sekelilingnya yaitu Mesir, Transyordania, Irak, Suriah, Liga Arab, Libanon, Arab Saudi, Yaman dan Sudan. Hasilnya Israel bisa mempertahankan kemerdekaannya, bahkan mengambil 50% wilayah negara Arab yang terlibat peperangan.
Pada tahun 1967, Israel terlibat dalam Perang Enam hari dengan semua negara Arab yang bergerak mengepung di sekelilingnya. Israel dengan kekuatan 264,000 tentara, 300 pesawat tempur dan 800 tank, berhadapan dengan semua negara Arab di sekelilingnya, Mesir, Suirah, Yordania, Libanon, Irak, Arab Saudi, Kuwait, Sudan Aljazair, Tunisia dengan kekuatan 547,000 tentara, 957 pesawat tempur dan 2,504 tank. Israel memenangkan pertempuran kolosal ini hanya dalam waktu “enam hari”, bahkan bisa merebut Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari tangan Mesir, Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur dari tangan Yordania, dan Dataran Tinggi Golan dari tangan Suriah. Korban di pihak Israel 779 tewas dan 46 pesawat hancur, sementara korban dari negara-negara Arab 21,000 tewas dan 400 pesawat tempur dimusnahkan.
Untuk membalas kekalahan telak dalam beberapa kali perang besar melawan negara yang baru berdiri tahun 1948 itu maka sekali lagi negara-negara Arab berkoalisi dipimpin oleh Mesir dan Suriah bersatu untuk menyerang Israel. Negara Mesir, Libya, Suriah, Yordania dan Irak dengan kekuatan 1.2 juta tentara, 6,200 tank, 1,151 pesawat tempur dan 125 kapal perang menyerang Israel yang bertahan dengan 415 ribu tentara, 1,500 tank, 561 pesawat tempur dan 38 kapal perang.
Pada tanggal 6 Oktober 1973, pada hari Yom Kippur, hari raya Yahudi yang paling besar, ketika orang-orang Israel sedang khusyuk merayakannya, yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan bagi ummat Islam sehingga dinamakan "Perang Ramadan 1973", Suriah, Libya dan Mesir menyerbu Israel secara tiba-tiba. Jumlah tentara invasi sungguh besar. Di dataran tinggi Golan, garis pertahanan Israel yang hanya berjumlah 180 tank harus berhadapan dengan 1,400 tank Suriah. Sedangkan di terusan Suez, kurang dari 500 prajurit Israel berhadapan dengan 80.000 prajurit Mesir. Jadi jika diperbandingkan, 1 tank Israel dikeroyok 8 tank Arab, dan setiap 1 prajurit Israel dikeroyok 160 prajurit Arab.
Pada tanggal 26 Oktober 1973 pertempuran berakhir dengan kekalahan dan kehancuran total militer negara-negara Arab. Kerugian yang diderita Israel adalah 2,688 tentara tewas, 400 tank dan 102 pesawat tempur hancur, sementara negara-negara Arab kehilangan 35,000 tentara tewas, 2,250 tank dan 432 pesawat tempur hancur.
Pada tanggal 9 Juni 1982 terjadi Insiden Lembah Bekaa, di mana Israel mengadakan invasi ke Libanon Selatan untuk membersihkan kekuatan PLO yang sering mengadakan serangan ke Israel. Pada invasi itu Israel juga menyerang angkatan udara Suriah dan menghancurkan sistem radar dan rudal pertahanan udara yang dimilikinya. Pada pertempuran udara Israel berhasil merontokkan 100 pesawat Suriah dengan tanpa kehilangan satu pesawat pun.
Karena terus diserang dengan roket-roket oleh Hamas, maka Israel melakukan serangan darat atas jalur Gaza dengan nama Operation Cast Lead pada tanggal 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009. Korban tewas dari pihak Hamas adalah 1,455 orang, sementara dari pihak Israel 13 orang tewas.
Serangan roket ini diulangi lagi oleh Hamas di Jalur Gaza. Israel menanggapi serangan 800 roket Hamas dengan menggelar operasi Pilar Pertahanan dengan serangan udara mulai tanggal 14 November 2012 untuk membungkam situs-situs peluncuran roket di jalur Gaza. Gencatan senjata dicapai pada tanggal 21 November 2012, dengan korban yang jatuh di pihak Hamas 177 tewas dan Israel 6 orang tewas.
6. Israel akan memiliki senjata nuklir (Zakharia 14:12) --> Sudah digenapi!
Israel hingga kini diyakini memiliki 200 sampai 400 hulu ledak nuklir. Dari 195 negara berdaulat yang ada di dunia, Israel adalah satu dari sembilan negara yang diyakini memiliki senjata nuklir yaitu Amerika, Rusia, Inggris, Perancis, China, Israel, India, Pakistan dan Korea Utara.
7. Israel, sebuah negara yang sangat kecil, akan menjadi negara bermasalah yang membebani seluruh dunia (Zakharia 12:3) --> Sudah digenapi!
Setiap konflik yang terjadi di Israel dengan Palestina atau negara-negara Arab, langsung membuat semua negara Arab dan negara-negara lain termasuk Rusia dan China memberikan reaksi keras. Hanya Amerika yang selalu memveto keputusan PBB yang akan merugikan Israel.
---
Ketika Anda berpikir mengenai hal ini, Allah memakai bangsa Yahudi untuk memberikan kepada dunia para bapa gereja, para nabi, para rasul, Alkitab dan bahkan Juru Selamat kita Tuhan Yesus Kristus. (Yohanes 4:22; Yesaya 44:1)
Jadi arahkan mata Anda kepada apa yang terjadi Israel - mereka adalah pusat perhatian Allah dalam penggenapan nubuatan Alkitab dan Dia membuat mereka semua siap untuk diselamatkan di Akhir Jaman!
Saat akhir jaman ini adalah waktu yang menyenangkan untuk hidup, karena bisa melihat nubuatan akhir jaman di Alkitab digenapi! (CompassInternational,Inc./wikipedia)
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.