Senin, 3 Desember 2012 - Pada hari Minggu tanggal 1 Desember 1985 saya menerima sebuah hiasan dinding dalam sebuah pigura kaca sebagai hadiah ulang tahun yang ke-18. Pigura itu berisi sulaman kristik (rajutan benang) yang dibuat sendiri oleh kakak pertama yang menjadi baru bekerja menjadi bidan di sebuah RS Kristen.
Kristik itu menggambarkan seorang anak kecil yang memeluk bola dunia. Rupanya anak itu “mengobati” dunia dengan perban dan plester yang ditempelkan di bola dunia, diambil dari kotak P3K yang ada di sampingnya. Di bagian atas kristik tertulis: “Jesus is the Answer” dan di bawah kanan tertulis “pf 1/12”.
Saya sangat senang dan terharu menerima hadiah itu, karena saya tahu diperlukan waktu yang sangat lama untuk membuat sebuah sulaman kristik, dan semuanya itu dilakukan untuk menunjukkan kasih seorang kakak terhadap adiknya. Saya merasakan itu adalah hadiah yang sangat indah karena merupakan “hand made” yang khusus dibuat dengan penuh kasih untuk saya.
Akan tetapi saya tidak memahami apa maksud gambar kristik itu. Menyembuhkan dunia, memeluk dunia, Jesus is the Answer, dll. adalah gambaran-gambaran yang terlintas di di benak saya. Tetapi bagaimanapun bagi saya itu adalah doa indah dan menguatkan di dalam hidup.
Hiasan itu saya pasang di kamar dan menjadi motivasi untuk “memeluk dunia.” Jika melihat saudara-saudara dan keluarga yang ke luar negri saya berpikir, “Itu artinya saya memeluk dunia. Saya mau seperti itu ... “
Tahun-tahun ulang tahun berlalu, dan mulai satu persatu yang saya mimpikan terjadi di dalam hidup. Saya menyelesaikan sekolah, bekerja di perusahaan multinasional dan bisa ke luar negri. Bahkan saya terlibat dalam kompetisi antar kelompok perusahaan di luar negri, dan bisa memenangkanya! Saya teringat tulisan yang ada di pigura kristik hadiah ulang tahun, yaitu “Memeluk dan menyembuhkan dunia!” I did it !
Gambar Kristik itu sekarang sudah terpasang di ruang tamu rumah saya. Jika duduk di sana saya bisa melihat perjalanan “mimpi” hidup saya dari umur 18 tahun yang sudah terwujud, dimulai dari sekolah, bekerja, ke luar negri, berumah tangga termasuk melayani di gereja dan berbagai tempat, sehingga tampak bahwa “mimpi itu sudah tergenapi.”
Tahun-tahun berlalu dan Tuhan Yesus mulai membawa saya kepada hal yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tuhan Yesus mendidik saya untuk masuk di dalam pelayanan Roh dan mempertemukan dengan tim PD Yoel. Tuhan Yesus menempa kita semua dengan keras sekali untuk terus bertumbuh di dalam Roh dan kebenaran Firman Tuhan.
Setelah itu, Tuhan Yesus mengirimkan jiwa-jiwa untuk dilayani Pelepasan dan Pemulihan. Melalui pelayanan itu Tuhan Yesus juga terus mengajarkan berbagai rahasia Roh dan pelayanan yang dikehendakiNya.
Ketika melewati bertahun-tahun pelayanan Pelepasan dan Pemulihan, saya justru banyak belajar bahwa hidup orang Kristen ternyata tidak berbeda dengan orang-orang dunia. Mereka mengalami berbagai penderitaan, masalah keluarga, masalah anak, masalah pekerjaan, masalah pasangan hidup, bahkan masalah narkoba dan berbagai kejahatan lainnya. Benat-benar sangat menyedihkan!
Semua penderitaan itu terjadi bukan karena Tuhan tidak melindungi, tetapi karena mereka tidak memahami rahasia Roh. Alkitab adalah Firman Tuhan yang menjadi hukum di dunia Roh. Setiap orang yang melakukan otomatis berada di bawah berkat dan setiap orang yang tidak melakukannya otomatis berada di bawah kutuk.
Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal. (Ulangan 11:26-28)
Kutuk ini bukan saja terjadi karena orang Kristen berdosa dan berpaling kepada roh setan (arwah/dukun/orang pintar) tetapi juga karena ikatan kutuk nenek moyang/orang tua. Firman Tuhan menyatakan bahwa aliran kutuk ini diturunkan sampai pada keturunan yang ketiga dan keempat. Jadi sekalipun anak/cucu tidak mengetahui dosa orang tua/nenek moyangnya, tetapi kenyataannya banyak orang Kristen yang hidupnya menderita, karena kutukan dosa nenek moyang/orang tuanya.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku (Keluaran 20:5)
Saya menjumpai orang-orang Kristen yang bercerai, selingkuh, berzinah karena nenek moyang/orang tuanya terlibat dosa seksual. Orang-orang Kristen mengalami sakit penyakit dan kehancuran hidup, karena nenek moyang/orang tuanya pergi ke dukun dan terlibat okultisme. Bahkan tidak sedikit anak-anak muda yang hidup dalam kepahitan, ketertolakan dan depresi akut karena diturunkan dari nenek moyang/orang tua yang juga hidupnya tertolak.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memutuskan semua kutuk dan ikatan roh yang diturunkan oleh nenek moyang/orang tua di dalam pelayanan doa Pelepasan. Kemudian memutuskan dosa pribadi serta melepaskan pengampunan serta memulihkan kembali kehidupan Roh dan berkat-berkat yang sudah dicuri oleh setan.
Umumnya orang Kristen berkata, “Percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, itu sudah cukup”. Memang dengan mengaku dan percaya manusia akan diselamatkan, tetapi masalahnya mereka masih hidup di dunia bertahun-tahun sepanjang hidupnya. Ketika mereka hidup dalam kecemaran dosa dan tidak melakukan hukum Roh yang tertulis di Alkitab, maka roh setan akan sangat leluasa mendatangkan semua penderitaan dan “kutuk” yang merupakan “kebalikan” dari “berkat” yang dijanjikan.
Pelayanan doa yang kita lakukan bukanlah datang untuk mendoakan orang sakit, orang dalam masalah kehidupan, orang dalam masalah rumah tangga, setelah itu pulang dan selesai. Tetapi yang utama adalah mengajak anak-anak Tuhan bisa bertemu secara pribadi dengan Kristus, di dalam hidup yang sudah dilepaskan dan dipulihkan dari ikatan kutuk roh setan.
Jika orang didoakan supaya sembuh, maka bila sudah disembuhkan mereka akan menjalani hidup yang berdosa seperti biasa, dan roh setan akan masuk dan menyerang lagi. Tetapi dalam pelayanan Pelepasan dan Pemulihan, orang yang mau dilayani diajarkan untuk mau berkomitmen menjaga kekudusan hidup dan melakukan Firman Tuhan dengan setia. Pada saat itu hidup mereka dipulihkan dan penuh kuasa Roh Kudus bersama kasih Kristus. Mereka bisa melakukan doa peperangan sendiri untuk melawan serangan iblis dan merebut berkat-berkat yang sudah dicuri. Apa pun masalah hidupnya, pada saat orang Kristen bertemu dengan Tuhan Yesus dan hidup dalam kasihNya, maka mereka memiliki kuasa yang penuh dari surga untuk merebut dan memulihkan semua berkat, kasih, damai sejahtera dan sukacita.
Hari Sabtu tanggal 1 Desember 2012 yang lalu adalah hari ulang tahun saya yang ke-45. Hari itu kita merayakan dengan tiup lilin, potong kue dan lunch bersama tim PD Yoel di luar. Tapi sebelumnya kita menjenguk satu keluarga yang paginya melahirkan anak pertama melalui oprasi cesar, bayi perempuan yang cantik.
Keluarga ini sudah dilayani Pelepasan dan Pemulihan, dan mereka mau berkomitmen untuk melakukan Langkah Iman. Ketika setiap hari bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, maka Tuhan Yesus menjawab pergumulan hidup rumah tangganya dengan memberikan bayi yang sehat dan cantik -- setelah menjalani pernikahan selama 10 tahun!
Pada saat orang Kristen bertemu secara pribadi dan bergaul intim denganNya, maka DIA sendiri akan menjadi jawaban yang nyata bagi setiap pergumulan hidupnya -- apapun masalahnya. Tidak ada masalah yang terlalu besar yang tidak bisa dijawab oleh Tuhan Yesus, karena bagi Allah tidak ada yang mustahil. (Lukas 1:37). Dan saya baru menyadari hal itu ketika melihat kembali hiasan kristik dari kakak saya yang terpajang di ruang tamu, dibuat 27 tahun lalu: “Jesus is the Answer” !
Ternyata kristik itu adalah nubuatan dari Tuhan yang disampaikan melalui jari-jari tangan kakak saya yang penuh kasih menyulam satu persatu benang menjadi sebuah gambar yang indah. Saya adalah anak kecil yang membawa jiwa-jiwa bertemu Tuhan Yesus secara pribadi yang akan menjadi jawaban bagi setiap pergumulan hidupnya, melalui pelayanan Pelepasan dan Pemulihan serta melakukan Langkah Iman. Tuhan Yesus adalah Jawaban -- Jesus is the Answer.
Sekarang jika ditanya, apakah harapan saya pada ulang tahun yang ke-45 ini, saya menjawab, “Saya berdoa semoga ini menjadi perayaan ulang tahun yang terakhir, ” karena Roh saya sudah rindu untuk bertemu dengan Tuhan Yesus di surga. Saya rindu Tuhan Yesus datang untuk menjemput umatNya yang kudus. Saya rindu bertemu dengan semua keluarga dan orang-orang kudus yang ada di surga, menanti untuk masuk ke dalam Perjamuan Pesta Anak Domba Allah. Datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)
Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.