MARCO LIE.. the 1st Boyfriends

0 Comments
Namanya Marco
Gw pertama xlee kenal dia di Kampus (Lapangan Banteng)..
Setelah beberapa hari gw keluar dari Rutan Pondok Bambu karna sebuah kasus..
Pada saat itu merupakan baru tahun pertama aq berada di Jakarta dan hidup di jalanan..
Setelahh gw keluar dari penjara pun, hal itu tidak membuat gw semakin berubah untuk bertobat, tpi malah semakin menjadi-jadi. Bahkan gw merasa dengan cara hidup gw menjual diri membuat gw menjadi percaya diri, bahwa inilah dunia gw. Maka dengan hal itu membuat gw semakin mantap untuk menjadi seorang GAY pada saat itu. After all.. ketika gw balik lagi untuk menjual diri a/ menjadi KUCING, membuat gw bisa tetap bertahan hidup. Karna dari sanalah gw mendapatkan penghasilan untuk gw bisa makan setiap harinya.

Malam itu gw sama seperti anak-anak lainnya yang menjadi KUCING, gw mangkal di halte yg depan Kantor Pos.. hnya saja cuaca waktu itu tidak mendukung. Hujan rintik-rintik membuat gw merasa kedinginan, meskipun cuaca tersebut sangat mendukung untuk melakukan hubungan badan. Tapi.. siapa juga yang mau keluar dimalam hari kecuali memang mereka membutuhkan teman tidur. Ketika gw duduk, ada mobil yang sering xlee lewat tpi ga mau berhenti. Gw pikir malam itu sepi bgt, gak bakalan ada tamu. Bahkan badan gw da digigitin sama nyamuk disana. Gak beberapa lama ada mobil datang, tpi yang naik justru teman gw Arif. Dan tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti dibelakangnya, dan meminta gw untuk langsung naik ke mobilnya.  Itulah MARCO yg gw ketemuin.

Didalam mobil pun dia bercerita, dia melihat gw dihalte duduk terpisah dengan yang lainnya, dan sedang apa ada dihalte tersebut? dna gw pun menjawab gw sedang menjual diri. Pertama xleenya gw bertemu sama Marco, gw gak diajak untuk langsung berhubungan badan, justru dia minta gw share ttg kehidupan gw, kenapa gw bisa terdampar di kampus. Dan apa yang membuat gw justru berada didalam dunia tersebut. Gw pun menjawabnya dengan jujur. Marco pun membawa mobilnya hya keliling dari Tahmrin ke Blok M dan blik lagi ke Thamrin sampai tidak ada lagi bahan yang kami perbincangkan. Dan setelah itu gw berpisah dengan dia. Marco pun memberikan gw uang Rp 70.000. dan memberikan no telpon yang bisa dihubungi.
Guys.. yg mau gw share @ setiap orang selalu diberikan KESEMPATAN o/ Tuhan untuk berubah, tpi keputusan qta lah yang akan menentukan untuk mengambil kesempatan tersebut atau tidak..



You may also like

Tidak ada komentar: