Hidup dgn Tujuan Ilahi

0 Comments

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28 : 19).
 
Bagaimana Gereja yang Tuhan Yesus maksud ketika Ia berkata bahwa Ia akan mendirikan jemaat-Nya? Gereja yang Tuhan Yesus bangun adalah gereja yang memiliki perkumpulan yang solid, akrab, dan penuh suasana kekeluargaan.  Mereka berkumpul di Bait Allah dan di rumah-rumah, seperti jemaat mula-mula.Timnya paham misinya, bahwa tim itu dibangun untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus, dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi.Apinya menyala-nyala... kegerakannya dahsyat... dan tidak terhentikan oleh apapun juga.... inilah gereja yang dibangun oleh Tuhan Yesus !!! Seperti inilah halnya hidup kita menjadi jemaat Tuhan, menjadi gereja Tuhan yang Tuhan Yesus inginkan.
 
Kalau selama ini saudara hanya sekedar datang beribadah, sadarlah bahwa itu tidak sesuai rencana Tuhan, marilah saudara bergabung dalam tim pelayanan untuk membangun gereja yang diinginkan Tuhan Yesus! Kalau selama ini, kita belum bergabung dalam tim kelompok sel, marilah  saudara untuk tidak lagi menunda-nunda, segera ambil keputusan dan melangkah bergabung dalam tim kelompok sel, kemudian bersama-sama teman-teman dalam kelompok sel saudara, berjuanglah menjadikan semua bangsa murid Yesus. Kalau saudara sudah bergabung ada dalam kelompok sel, tapi tidak ada kegerakan dalam kelompok sel, marilah  seluruh PKS, pelayan Tuhan, dan anggota kelompok sel mengadakan pertobatan massal, berdoa, minta ampun, dan berjanji kepada Tuhan bahwa mulai sejak sekarang ini, ita harus menjadikan gereja kita... kelompok sel kita... menjadi gereja yang bergerak menjadikan semua bangsa murid Yesus... kelompok sel yang berkobar-kobar terjun ke lapangan, melayani jiwa-jiwa (menguatkan yang lemah, mendoakan yang sakit, memberi makan yang lapar, membebat hati yang terluka, menjadi berkat kepada mereka), dan menyelamatkan yang terhilang.
 
Sekitar 350 tahun yang lalu, sebuah kapal yang penuh dengan para wisatawan mendarat di pantai sebelah utara Amerika. Tahun pertama mereka berada disana, mereka mendirikan sebuah kota. Tahun berikutnya mereka membangun pemerintahan atas kota itu. Tahun ketiga, pemerintahan kota itu merencanakan untuk membangun jalan sejauh 5 mil ke arah barat menuju padang belantara. Pada tahun yang keempat, masyarakat kota itu mempertanyakan kepada pemerintahan kota itu berkaitan dengan penggunaan uang publik untuk membangun jalan sejauh 5 mil ke arah barat menuju padang belantara. Siapa yang hendak pergi ke padang belantara?  Dari sini kita bisa melihat orang-orang yang memiliki visi untuk melihat sejauh 3000 mil melintasi lautan dan menaklukkan tantangan untuk pergi ke tempat yang mereka tuju. Tapi hanya dalam beberapa tahun mereka bahkan tidak bisa melihat visi apa yang bisa mereka lakukan sejauh 5 mil dari kota. Mereka kehilangan visi pioner mereka. Dengan visi yang jelas yang bisa kita lakukan bersama Tuhan, tidak ada masalah yang terlalu besar. Tanpa visi itu, kita tidak bisa bergerak menembus keterbatasan kita. Jangan sampai kita sebagai gereja Tuhan kehilangan visi Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja dalam kehidupan kita sebagai jemaat-Nya.


You may also like

Tidak ada komentar: