Relasi Asma Al-Jabbar Dan Penyaliban Isa Al-Masih

0 Comments

 Al-Quran bahasa Indonesia menterjemahkan Al-Jabbar dengan Ia “Yang Maha Kuasa” (Qs. 59:23).

Dalam bahasa Inggris terjemahan “The Compeller” (Pemaksa) juga “The Irrestiable” (Yang Tak Dapat Ditahan). Namun M.L. Muzammirah menterjemahkannya dengan “Yang Maha Memaksa.” Katanya, “Allah adalah Dzat yang mampu memaksakan kehendak-Nya . . .” (“Kedahsyatan Asmaul Husna,” hal. 33).

Isa Al-Masih itu Al-Jabbar?

Nama “Yang Maha Memaksa” sesuai juga ketika kita merenungkan penyaliban Isa Al-Masih. Mengenai penyaliban-Nya, Ia berfirman, “Tidak seorangpun mengambilnya [nyawa-Nya] dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali” (Injil Rasul Besar Yohanes, 10:18).

Artinya, seseorang tidak dapat menyalibkan-Nya tanpa persetujuan-Nya. Dan tidak seorangpun dapat mengagalkan penyaliban-Nya tanpa persetujuan Dia. Mengenai penyaliban-Nya memang Ia “Yang Maha Memaksa.”



You may also like

Tidak ada komentar: