RENUNGAN

0 Comments
Masih tidak tahukah kalian? Masih tidak dengarkah kalian? Tidakkah diberitahukan kepada kalian dari mulanya? Tidakkah kalian mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? ...Tetap tidak tahukah kamu, dan tetap tidak dengarkah kamu? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. -- Yesaya 40:21, 28 (terj. harfiah)

Setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. -- Efesus 1:15-17

Sungguh mengenal Tuhan -- dalam hubungan yang nyata yang melibatkan seluruh keberadaan kita, pikiran, perasaan, penghayatan, sampai berwujud ke sikap dan tindakan keseharian -- adalah tujuan hidup yang utama dan yang tertinggi; memiliki hubungan riil dengan Tuhan yang mencipta, memelihara, menebus kita adalah satu-satunya yang boleh memberi penghiburan teguh sepanjang hidup sampai kita mati kelak. Itu sebab pertanyaan berulang ini. Ada dua perbedaan pertanyaan di dua ayat ini. Pertama, ayat 21 ditujukan kepada orang dalam bentuk jamak (kalian), sedangkan ayat 28 dalam bentuk tunggal (kamu). Jadi pertanyaannya, adakah saya dan Anda sungguh memiliki hubungan pengenalan dengan Tuhan, baik secara pribadi maupun secara dan di dalam berbagai komunitas seperti keluarga, gereja, dlsb? Kedua, bentuk waktu kata kerja ayat 21 masih berlangsung, sedangkan ayat 28 sudah selesai. Kesempatan untuk kita mengalami sapaan dan lawatan Tuhan, untuk kita mengenal Dia, mengalir ke dua akhir berbeda. Jika kita sungguh merespons panggilan-panggilan-Nya kita akan menuju samudera pengenalan akan Tuhan yang tidak habis-habisnya. Jika kita menomorduakan pengenalan akan Tuhan karena alasan lain dalam hidup, suatu ketika kesempatan akan berakhir. Esok dalam ibadah gerejawi kita mendapat kesempatan untuk sungguh dan makin mengenal Tuhan. Mari siapkan hati, mohon Tuhan melawat kita masing-masing dan sebagai jemaat, agar menjadi salah satu momen perjumpaan yang membentuk keseluruhan proses pengenalan kita akan Tuhan secara nyata. Amin.


You may also like

Tidak ada komentar: