Miliki Iman yg Menggoncang Dunia

0 Comments

...sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (1 Yohanes 5: 4).
 
Ada seorang Singapura yang bernama Adam Khoo. Di usianya yang ke-26 ia sudah mempunyai empat bisnis yang beromzet 20 juta Dollar. Padahal di umur 12 tahun Adam adalah anak yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak oleh 6 sekolah yang berbeda, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek di Singapura. Apa yang mengubah Adam Khoo sedemikian luar biasa? Ternyata di umur 13 tahun, Adam Khoo menemukan satu hal yang selama ini tidak disadarinya: Ia yakin bahwa dia bisa! Kalau ada orang lain bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Kita semua adalah pribadi-pribadi yang lahir dari Allah, dan yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Artinya Tuhan sudah membekali anda dengan segala yang anda butuhkan untuk sukses. Namun ada 2 pilihan: Anda mempercayai potensi yang Tuhan berikan dan menjadi sukses atau anda mengizinkan Iblis menipu anda sehingga anda menguburkan semua potensi yang besar yang Tuhan berikan, dan anda terus dalam kegagalan. Hari ini milikilah iman yang mengalahkan dunia sehingga semua yang Tuhan sediakan menjadi milik anda!
 
Seorang gadis kecil lahir dalam sebuah keluarga teramat sederhana di sebuah pedalaman Tennessee. Ia merupakan anak ke-20 dari 21 saudara. Ia dilahirkan dalam kondisi prematur dan mengalami cacat mental. Hidupnya penuh dengan penderitaan. Ketika berusia empat tahun ia mengidap komplikasi penyakit pneumonia dan demam kuning, yang menyebabkan kelumpuhan pada kaki kirinya. Terpaksa ia harus menggunakan kaki palsu yang terbuat dari besi putih. Untunglah ia mempunyai seorang ibu yang penuh dengan kasih sayang. Ibunya selalu memberikan motivasi agar si gadis kecil ini tidak terpuruk oleh kelemahan tubuhnya, yang penting adalah iman, kegigihan, keberanian, ketabahan dan semangat juang yang tinggi. Ibunya memberi kebebasan agar ia dapat melakukan apa saja layaknya anak yang normal. Menginjak usia sembilan tahun, si gadis kecil itu memberanikan diri menanggalkan besi putih di kakinya. Dia selalu mengingat nasehat dokter yang merawatnya bahwa ia tidak pernah akan normal lagi. Hal menakjubkan terjadi, dalam waktu empat tahun gadis kecil itu mengalami kemajuan medis yang cukup pesat. Kini sang gadis kecil itu bercita-cita menjadi pelari terkenal.Namun, apakah ia dapat menggapainya dengan kaki yang tidak normal? Dalam usia 13 tahun ia mulai ikut perlombaan lari. Ia berada di urutan terakhir. Ia selalu ikut dalam setiap perlombaan lari di sekolah. Setiap kali ia ikut perlombaan, setiap orang menganjurkan agar ia keluar saja dari arena pertandingan, karena ia selalu berada di urutan terakhir. Namun hal itu tidak membuatnya menyerah. Sekarang, tibalah saatnya. Dalam suatu perlombaan, ia berhasil menjadi seorang juara. Sejak saat itu, Wilma Rudolph selalu menjadi juara dalam setiap perlombaan lari yang diikutinya. Ia menjadi seorang pelari terkenal! Wilma kemudian masuk Universitas Negeri Tennessee, di sana ia bertemu dengan seorang pelatih terkenal,  Edward S. Temple. Ed melihat semangat yang gigih, di samping iman serta talenta yang besar dalam diri gadis itu. Ed melatihnya dengan cermat dan sungguh-sungguh, sehingga ia dapat mengikuti Kejuaraan Olympiade. Dalam arena Olympiade, ia harus bersaing dengan seorang pelari Jerman terkenal saat itu, bernama Jutta Heine. Tidak seorang pun menyangsikan kehebatan Jutta. Namun, kenyataan bicara lain, dalam lomba lari 100 m Wilma-lah yang keluar menjadi pemenang. Demikian juga Wilma mampu mengalahkan Jutta dalam nomor lari 200 m. sekarang Wilma sudah mengantongi dua medali emas Olympiade. Akhirnya, tibalah giliran lomba lari 400 m estafet puteri. Sekali lagi regu Wilma harus berhadapan dengan regu Jutta. Dua pelari pertama dalam regu Wilma berhasil memimpin di depan. Tetapi ketika tiba pada giliran pelari ketiga memberikan tongkat estafet kepada Wilma, ia begitu gembira sehingga tongkat itu terjatuh. Jutta berhasil melewatinya. Dalam kesempatan seperti ini mustahil bagi seseorang untuk mengejar mendahului Jutta. Tetapi Wilma mampu melakukan hal itu! Wilma Rudolph wanita Amerika pertama yang  merebut tiga medali emas Olympiade 1960 di Roma! Apa yang terjadi jika Wilma mengubur talentanya lantaran penderitaan dan kondisi fisik yang di alaminya? Ya, pastilah 80.000 orang di stadion Roma tak pernah menyaksikan pengalungan tiga medali emas pada seorang wanita yang pernah mengidap penyakit folio ini. Wilma Rudolph tidak pernah melewatkan kesempatan sekecil apa pun untuk meraih mimpinya. Banyak orang menginginkan kemenangan dan penghargaan, namun seringkali lupa untuk tetap tegar di tengah kesulitan. Biarlah kita tetap memperjuangkan setiap potensi yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan semangat yang pantang menyerah sehingga kita bisa dipakai oleh Tuhan untuk menggoncangkan dunia ini dengan karya-Nya yang dahsyat dalam hidup kita!


You may also like

Tidak ada komentar: