Wahyu pertama Allah, kepada Rasul Besar-Nya Yohanes, “Kalam telah ada dari mulanya . . . Kalam itu adalah Allah . . . Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya [Kalam] . . . Ia [Kalam] ada di dalam dunia, bahkan dunia ini dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes, 1:1, 3, 10 [KSI]).

Cara Al-Badi Menciptakan Dunia

Al-Quran mengiakan Wahyu Allah itu. “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah.’ Lalu jadilah ia” (Qs 2:117).

Allah hanya perlu mengatakan (berkalimat) “Jadilah,” maka semuanya jadi. Dalam Injil, Allah berfirman bahwa dunia dijadikan oleh “Kalam” (Kalimat) Allah.

Bukti Kalimat Allah Itu Al-Badi

Al-Badi berarti “Yang Maha Pencipta.” Isa Al-Masih adalah Kalam (Kalimat) Allah. “Dunia ini dijadikan oleh-Nya.”


 “Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah . . . yang mewarisi” (Qs 15:23).

Imam Ghazali berkata, “Dialah yang mewarisi segala sesuatu sesudah semua penghuninya musnah.”

Mengapa demikian? Karena Dia tetap ada walau semua mahkluk lenyap. Inilah sebabnya Al-Waarits, Yang Maha Pewaris, adalah asma yang cocok untuk Allah!

Penjelasan Injil Soal Al-Waarits

Kitab Suci Injil menambah penjelasan mengenai asma ini. “Ia [Allah] telah bersabda kepada kita dengan perantaraan Sang Anak [Kalimat] yang datang daripada-Nya, yaitu Sang Anak [Isa Al-Masih] yang telah ditentukan untuk menjadi ahli waris dari segala sesuatunya . . ." (Injil, Surat Ibrani 1:2 – KSI). Jadi alam semesta diwariskan kepada Kalimat Allah.

Dan Allah berjanji “Jika kita adalah anak [Allah], maka kita adalah . . . ahli waris Allah. Dengan demikian, kita menjadi ahli waris bersama-sama dengan Al-Masih . . ." (Injil, Surat Roma 8:17).

Menerima Al-Waarits Mewarisi Surga-Nya

 Ada beberapa arti untuk Ar-Rasyid: Yang Maha Pandai, Yang Maha Menuntun, Yang Maha Bijaksana. Terjemahan paling umum: The Guide to the Right Path/ Yang Maha Memimpin kepada Jalan Lurus.

Terjemahan yang Cocok Untuk Ar-Rasyid

Nama ini cocok dengan Qs 1:6, “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Inilah pokok doa utama Al-Fatihah. Untung Allah Maha Menuntun, menuntun kepada “Jalan yang Lurus.”

Al-Quran dan Hadits memberi ratusan perintah dan nasihat. Semuanya dianggap pedoman ke “Jalan yang Lurus.” Namun, walau setia menjalankan semuanya, para Mukmin, pada akhir ajalnya, masih ragu-ragu apakah jalan yang mereka tempuh membawa ke sorga.

Sayangnya, seseorang yang berjuang sepanjang hidupnya mengikuti “Jalan yang Lurus” ini, tetapi tidak dibawa ke sorga.

Siapakah Jalan Lurus Itu?

Isa Al-Masih bersabda, “Akulah Jalan.” Ia menekankan, “Sesungguhnya barangsiapa percaya [pada Isa Al-Masih], ia mempunyai hidup yang kekal” (Injil, Rasul Yohanes Besar 6:47)

 Kata Al-Fatihah dari suku kata yang sama dengan Al-Fattah. Artinya Al-Fattah: Pembuka, Pemberi Kemenangan. Imam Ghazali, dalam bukunya berjudul "Al-Maqsad Al-Asna Sharah Asma' Allahu al-Husna" mengartikan nama ini, “Dzat yang membuka segala sesuatu.”

Makna Al-Fattah

Pakar Islam lain menamakan Dia, “Yang Maha Pembuka,” yang membuka tabir kegelapan. Ia dapat membuka segala sesuatu yang tertutup, baik material juga spiritual. “Di tangan-Nyalah kunci-kunci alam gaib berada, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia” (Rahasia 99 Nama Allah yang Indah, Al-Ustadz Mahmud Samiy).

Isa Al-Masih Al-Fattah?

Isa Al-Masih mengakui kuasa-Nya, “Aku adalah Yang Awal dan Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Kitab Wahyu, 1:17-18).

Tidak mungkin seorang nabi biasa memegang segala kunci maut. Isa Al-Masih, Kalimat Allah, memberi Diri-Nya sendiri nama Al-Fattah, “Yang Maha Pembuka”!

 Kim Ung-Yong dari Korea memiliki IQ tertinggi di dunia, 210. Dia mulai berbicara di usia enam bulan. Sebelum usia tiga tahun ia dapat membaca bahasa Jepang, Korea, Jerman dan Inggris.

Allah Mengetahui Hati

Meski IQ-nya tertinggi, Kim Ung-yong tidaklah maha tahu, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Seperti kata Al-Quran “Dia mengetahui . . . apa yang disembunyikan oleh hati” (Qs 40:19).

Manusia dengan IQ tertinggi tidak dapat mengetahui isi hati seseorang. Hanya Allah saja yang tahu.

Isa Al-Masih Mengetahui Pikiran Manusia

Satu hari ahli-ahli agama mengamat-amati Isa Al-Masih, apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Kitab Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih “. . . mengetahui pikiran mereka . . .” (Injil, Rasul Lukas 6:8).

Injil Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih mengetahui isi pikiran dan hati manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:11, Injil, Rasul Besar Matius 22:18).

Isa Al-Masih, sehakekat/sedzat dengan Allah, Maha Mengetahui, maka Dia pantas disebut Al-‘Alim

 Tiada ayat Al-Quran yang menamakan As-Shabuur, Yang Maha Sabar, kepada Allah. Namun masalah “sabar” disinggung kurang-lebih 70 kali di dalamnya. Sebetulnya makna nama As-Shabuur banyak diperselisihkan pakar Islam.

Penjelasan Pakar Islam Soal As-Shabuur

Imam Ghazali mengartikan As-Shabbur, “Dia [Allah] tidak didorong oleh ketergesaan sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya . . .” (M. Quraish Shihab, Asma al-Husna Dalam Perspektif Al-Qur’an, Buku Keempat, hal. 186-188).

Akidah Kristen dan Islam mengajarkan bahwa Allah akhirnya akan menghakimi dunia. Injil Allah mengatakan, “. . . Ia [Tuhan] sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (Injil, Surat II Petrus 3:9).

Bukti Kesabaran Allah

Seperti dikatakan Imam Ghazali, Tuhan tidak, “bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya,” misalnya penghukuman dunia. Allah tidak ingin Saudara binasa, sebaliknya selamat ke surga.

Tahukah Saudara bahwa penyaliban Isa Al-Masih adalah bukti kasih dan kesabaran Allah atas manusia berdosa? Ingin tahu alasannya emaillah kami.

Karena itu “Ia sabar terhadap kamu . . .” Indahkanlah kesabaran-Nya! Terimalah keselamatan yang ditawarkan-Nya kepada Saudara sekarang ini!

 Ajaran Islam dan Kristen menekankan bahwa Allah tidak kelihatan. Lalu, bagaimana umat-Nya dapat mengenal Dia? Meski ingin tahu karakter dan pribadi Allah, kita terhalang, karena Dia tidak kelihatan.

Pertolongan Mengenal Allah

Al-Quran menulis, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya . . .” (Qs 7:180).

Untuk menolong umat beragama dalam menyembah Dia, mereka berfokus pada nama-nama Allah. Maka umat Islam menjunjungi tinggi 99 nama Allah (Asma’ul Husna).

Nama-nama Allah di Kitab Allah

Kitab Allah (Taurat, Zabur, Nabi dan Injil) memuat ratusan nama Allah. Antara lain, YHWH-shalom /TUHAN adalah damai, (Kitab Hakim-hakim 6:24), YHWH-raah /TUHAN adalah gembalaku, ( Kitab Zabur/Mazmur 23:1), dan YHWH-tsidkenu, TUHAN adalah kebenaranku, (Kitab nabi Yeremia 23:6).